- Pemerintah Komdigi menerapkan registrasi kartu SIM baru berbasis biometrik pengenalan wajah untuk meningkatkan keamanan data masyarakat.
- Tantangan utama registrasi biometrik adalah masih banyak masyarakat di wilayah 3T yang memakai *feature phone* tanpa kamera memadai.
- Operator telekomunikasi menargetkan penghentian jaringan 2G pada 2026, namun solusi sementara termasuk pendekatan berbasis keluarga diusulkan.
Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai menerapkan kebijakan registrasi kartu SIM baru berbasis biometrik menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition).
Kebijakan ini digadang-gadang mampu meningkatkan keamanan dan perlindungan data masyarakat. Namun di balik ambisi digital tersebut, muncul satu pertanyaan besar, yakni bagaimana nasib masyarakat yang masih menggunakan HP jadul atau feature phone?
Isu ini mencuat dalam diskusi publik karena masih banyak warga Indonesia, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), yang belum menggunakan smartphone, baik karena keterbatasan infrastruktur maupun pilihan pribadi.
Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, menilai tantangan utama penerapan registrasi SIM berbasis biometrik bukan terletak pada niat masyarakat, melainkan pada perangkat yang digunakan.
“Kalau gadget-nya masih yang belum ada kamera, atau kameranya masih biasa, tentu susah sekali untuk bikin pendaftaran dengan biometrik,” ujar Budi dalam Roundtable Discussion bertajuk “Suara Publik: Biometrik SIM Card – Dari Perlindungan Publik, Kekhawatiran Keamanan Data, dan Hak Warga”, belum lama ini.
Menurutnya, kondisi ini sangat dirasakan oleh para pelaku UMKM berbasis e-commerce di daerah 3T yang masih mengandalkan ponsel sederhana untuk aktivitas sehari-hari.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC), Pratama Persadha. Ia menegaskan bahwa tidak semua masyarakat yang tidak menggunakan smartphone disebabkan oleh keterbatasan ekonomi.
“Ada masyarakat kita yang memilih tidak mau menggunakan smartphone. Mereka enggak mau punya smartphone. Apakah dia bisa beli? Bisa. Petani-petani itu punya duit, tapi mereka memilih untuk tidak membeli smartphone,” ungkap Pratama.
Lebih jauh, Pratama menjelaskan bahwa bagi masyarakat di daerah 3T, smartphone sering kali dianggap tidak relevan dengan kondisi jaringan yang tersedia.
Baca Juga: Registrasi Kartu SIM Biometrik Diterapkan, Isu Perlindungan Data Jadi Sorotan
“Smartphone buat apa? Sinyalnya cuma bisa buat telepon sama SMS,” imbuhnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kehadiran mekanisme kebijakan yang inklusif, agar transformasi digital tidak justru menciptakan ketimpangan baru.
“Kita bukan hanya melayani orang yang berkemampuan memiliki teknologi, tapi juga melayani masyarakat yang memilih untuk tidak menggunakan teknologi itu,” tegas Pratama.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia), Merza Fachys, menyampaikan bahwa kebijakan biometrik ini sejalan dengan arah transformasi jaringan nasional. Ia menyebut, pemerintah menargetkan penghentian jaringan 2G pada 2026.
“Operator punya program untuk pelan-pelan, sebenarnya sejak tahun lalu, untuk mengurangi 2G,” kata Merza.
Ia bahkan mengklaim bahwa di XL Axiata, pelanggan yang masih menggunakan jaringan 2G sudah tidak ada lagi.
Berita Terkait
-
Viral World App Terancam Diblokir Komdigi, Pakar Ungkap Manfaat Verifikasi Biometrik
-
Komdigi Libatkan Dukcapil-BSSN untuk Registrasi eSIM Pakai Data Biometrik
-
Registrasi eSIM Tak Cuma Pakai NIK, Tambah Sensor Wajah dan Sidik Jari
-
Penjelasan Ahli soal Apa Itu eSIM serta Keunggulan dan Kelebihan dari SIM Fisik Biasa
-
Menkomdigi Minta Masyarakat Beralih ke eSIM, Diklaim Lebih Aman dari Kartu SIM Fisik
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
Terkini
-
Xiaomi Siapkan HP Baru dengan Baterai 8.500 mAh, Pakai Chip Flagship MediaTek Anyar
-
5 HP Murah di Bawah Rp1 Juta untuk Driver Ojol, Baterai Awet Dipakai Narik Seharian
-
Advan Macha Watch Resmi Rilis, Jam Tangan Murah Harga Rp 600 Ribuan
-
Terpopuler: Smartwatch Murah Alternatif Xiaomi, Kenapa iPhone Worth Buying?
-
6 Alasan iPhone Sangat Worth It untuk Pemakaian Jangka Panjang di 2026
-
17 Kode Redeem MLBB 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin Eksklusif hingga Diamond Gratis
-
31 Kode Redeem FF 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin SG2, Emote Langka, dan Bundle Eksklusif Gratis
-
Acerpure Clean V2 Resmi Hadir, Vacuum Cordless Ringan dengan Fitur Canggih Khusus Pemilik Hewan
-
Dua Eksekutif Teknologi Senior Siap Pacu Akselerasi Cloud dan AI di Asia Tenggara
-
Xiaomi Pad 8 Global Muncul di Geekbench: Siap ke Indonesia, Pakai Chip Kencang Snapdragon