Suara.com - Tren penggunaan mobile banking yang terus meningkat, menempatkan pertahanan infrastruktur TI dari lembaga keuangan lebih berisiko terkena serangan siber. Hal ini juga menyebabkan lembaga keuangan terus berada di bawah tekanan sehingga dituntut untuk lebih meningkatkan sistem keamanan mereka.
Selain itu, nasabah juga memainkan peranan penting dalam hal pelaporan insiden keamanan, dimana seperempat (24%) lembaga keuangan mengatakan bahwa beberapa ancaman yang mereka hadapi di tahun 2016 diidentifikasi dan dilaporkan kepada mereka oleh nasabah.
Menurut penelitian dari Kaspersky Lab dan B2B International mengenai Financial Institutions Security Risks, investasi keamanan menjadi prioritas utama bagi perbankan dan lembaga keuangan.
"Melawan ancaman yang terus berubah dan menargetkan infrastruktur TI serta rekening nasabah, menjadi tantangan sehari-hari yang harus dihadapi perbankan dan lembaga keuangan. Untuk memiliki respon yang efektif, maka industri jasa keuangan dituntut untuk memiliki beberapa komponen utama," ujar Veniamin Levtsov, Wakil Presiden, Enterprise Business di Kaspersky Lab.
Perlindungan bagi luasnya infrastruktur TI yang sekarang ada, ATM dan Point-of-Sale terminal, terbukti sangat sulit. Lanskap ancaman yang luas dan selalu berubah, ditambah tantangan kebiasaan nasabah supaya berprilaku aman, memberikan berbagai macam kerentanan bagi pelaku kejahatan siber untuk mereka eksploitasi.
Laporan ini juga menyoroti tentang bermunculannya risiko yang berkaitan dengan mobile banking sebagai sebuah tren yang mengekspos perbankan terhadap ancaman siber terbaru. 42% perbankan memprediksi bahwa mayoritas nasabah mereka akan menggunakan mobile banking dalam jangka waktu tiga tahun, namun perbankan juga mengakui bahwa nasabah terkadang terlalu ceroboh dalam perilaku online mereka.
Mayoritas perbankan yang disurvei mengakui (46%) bahwa nasabah mereka sering diserang aksi kejahatan phishing, dimana 70% perbankan juga melaporkan insiden penipuan keuangan sebagai akibatnya, sehingga menyebabkan kerugian keuangan.
Peningkatan serangan phishing dan rekayasa sosial terhadap nasabah membuat perbankan menilai kembali upaya keamanan mereka di area ini. 61% responden melihat bahwa dengan meningkatkan keamanan dari aplikasi dan situs web yang digunakan oleh nasabah mereka sebagai salah satu prioritas keamanan utama, diikuti oleh pelaksanaan otentikasi yang lebih kompleks dan verifikasi rincian log-in (prioritas utama bagi 52% responden).
Baca Juga: Pemerintah Cina Cabut Larangan Peredaran iPhone 6
Meskipun nasabah rentan terhadap trik phishing dan alat-alat yang menargetkan mereka, perbankan masih lebih mengkhawatirkan tentang 'musuh lama' yang lain yaitu serangan yang ditargetkan. Perbankan memiliki alasan kuat untuk merasa khawatir - metode serangan yang ditargetkan menjadi semakin umum digunakan, bahkan menggunakan platform malware-as-a-service untuk menyerang lembaga keuangan.
Berbagi pengetahuan mengenai ancaman siber dapat membantu perbankan untuk mengidentifikasi ancaman terbaru yang bermunculan dengan cepat. Mengingat rendahnya tingkat kekhawatiran yang dimiliki oleh perbankan terhadap beberapa perangkat mereka yang paling rentan, seperti ATM. Berbagi pengetahuan dengan pihak ketiga, dalam hal ini, bisa membantu perbankan mempersiapkan diri dari ancaman yang mereka tidak harapkan.
Perbankan menunjukkan tingkat kepedulian yang relatif rendah terhadap ancaman yang menyebabkan kerugian finansial akibat serangan kepada ATM. Hanya 19% perbankan yang menaruh perhatian terhadap serangan ke ATM dan mesin penarikan uang tunai, meskipun laju pertumbuhan malware terus-menerus menargetkan bagian dari infrastruktur perbankan ini. Pada laporan mengenai ancaman siber di 2016 kami melaporkan pertumbuhan 20% malware ATM dibandingkan dengan 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
7 HP Baterai Jumbo dengan Chip Kencang Terbaru: Harga Terjangkau, Cocok Buat Gaming
-
3 Produk Apple Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia: Ada MacBook Neo dan iPhone Murah
-
Xiaomi Rilis Tablet Gaming 21 April, Fitur Layar Redmi K Pad 2 Terungkap
-
5 HP Murah Terbaik 2026, Spek Dewa Setara Flagship Harga Dibawah Rp2 Jutaan
-
Apa Itu Termul? Disindir Jusuf Kalla saat Ungkap Jokowi Jadi Presiden karena Bantuannya
-
4 Laptop Lenovo IdeaPad Terbaik 2026, Spek Tangguh Untuk Pelajar hingga Profesional
-
Honor 600 Debut 23 April: Desain Mirip iPhone, Usung Bezel Tipis dan Baterai 7.000 mAh
-
Game Metro 2039 Rilis 2026: Tampilkan Konsekuensi Kerusakan Nuklir dan Perang Rusia
-
Spesifikasi Redmi Book 14 2026: Pesaing MacBook Neo, Usung Core Ultra 5 dan RAM 16 GB
-
Konfigurasi Memori Realme C81 Terungkap, Calon HP Murah Baru Mirip iPhone