Suara.com - Sebuah video iklan bertema antiterorisme dari perusahaan telekomunikasi Kuwait, Zain, sedang viral, khususnya di antara pengguna medsos Timur Tengah.
Iklan itu ditayangkan sejak Sabtu (27/5/2017) di televisi-televisi lokal untuk menyambut bulan suci Ramadan. Iklan berdurasi tiga menit itu menggambarkan dialog antara seorang calon pembom bunuh diri dengan orang-orang yang pernah menjadi korban aksi terorisme.
Sejak ditayangkan, iklan yang juga diunggah ke YouTube itu, sudah disaksikan lebih dari 2,7 juta kali.
Iklan itu awalnya bercerita tentang seorang lelaki yang sedang merakit rompi bom, sementara terdengar suara seorang anak kecil berdendang dalam bahasa Arab.
"Saya akan mengatakan semuanya kepada Allah. Bahwa kamu telah menjejali kuburan dengan anak-anak kami dan mengosongkan kursi-kursi di sekolah kami," kata anak perempuan itu.
"Bahwa kamu telah memicu kerusuhan dan membuat jalan-jalan kami gulita," bunyi suara bocah itu lebih lanjut, "Dan bahwa kamu telah berbohong."
Video lengkap dari iklan yang menggetarkan hati para pemirsa di dunia itu bisa Anda saksikan di bawah ini:
Zain sendiri adalah perusahaan operator seluler di Timur Tengah yang memiliki lebih dari 45 juta pelanggan. Perusahaan ini terkenal dengan iklan-iklan kreatif. Salah satu iklannya pada Ramadan tahun lalu disaksikan sebanyak lebih dari 13 juta kali.
Adapun iklan terbaru ini ditutup dengan lantunan lagu dari Hussain Al Jasmi, seorang penyanyi tersohor asal Uni Emirat Arab.
"Sembahlah Allah dengan cinta, dengan cinta bukan teror," bunyi lirik lagu yang dinyanyikan Al Jasmi.
"Mari mengebom, mari mengebom, mari mengebom kekerasan dengan belas kasih... mari mengebom ekstremisme untuk hidup yang lebih baik," senandung Al Jasmi lebih lanjut.
Terlibat dalam iklan itu sejumlah korban aksi terorisme di Timur Tengah. Di antaranya ada seorang lelaki yang luput dari pengeboman di sebuah masjid Kuwait pada 2015 dan seorang pengantin perempuan yang luput dari serangan bom di Amman, Yordania pada 2005. (CNNMoney)
Berita Terkait
-
Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong
-
Piala AFF 2026: Malaysia Tiru Langkah Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Sebelum Dipecat PSSI
-
Timnas Malaysia U-19 Percaya Diri Tatap Piala AFF U-19 2026, Singapura Jadi Ujian Awal
-
Segrup dengan Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20, Ini Respons Pelatih Malaysia
-
Niat Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan, Bayar Utang Sekaligus Hapus Dosa 2 Tahun
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Ironi Kelas Menengah: Masihkah Menjadi Dokter Sebuah Mimpi yang Masuk Akal?
-
Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU
-
5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki Paling Worth Buying di 2026, Anti Pegal dan Tetap Stylish
-
Roadmap AI Indonesia 2026-2029 Segera Rampung, WAICO Jadi Pintu Kolaborasi Global
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 18 Juli 2026, Semakin Dekat dengan Keberhasilan
-
Lampaui Colony, HOPE Jadi Film Tercepat Raih 1 Juta Penonton di 2026
-
Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli
-
Iker Casillas Sebut Taktik Thomas Tuchel Bikin Inggris Jadi Pengecut di Piala Dunia 2026
-
Avatar Aang Resmi Tayang Terbatas di Bioskop demi Lolos Kualifikasi Oscar
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?