Bola / Bola Dunia
Jum'at, 29 Mei 2026 | 06:23 WIB
Respons pelatih Malaysia, Nafuzi Zain usai segrup dengan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-20. [Dok. IG/@malaysia_nt]
Baca 10 detik
  • Pengundian Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 telah dilaksanakan pada 28 Mei 2026 di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia.
  • Timnas Indonesia U-20 tergabung di Grup H bersama Australia, Malaysia, dan Laos sebagai tuan rumah penyelenggara pertandingan.
  • Rangkaian laga Grup H dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 6 September 2026 mendatang di negara Laos.

Suara.com - Hasil pengundian babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 baru saja resmi dirilis setelah dilangsungkan di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (28/5/2026).

Sebanyak 32 kontestan yang terbagi dalam empat pot unggulan didistribusikan ke dalam delapan grup berbeda.

Berdasarkan hasil drawing tersebut, Timnas Indonesia U-20 yang menempati Pot 2 dipastikan masuk ke dalam Grup H yang diisi oleh persaingan sesama anggota Federasi Sepak Bola ASEAN yakni Australia, Malaysia, serta Laos.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi menunjuk Laos untuk memegang status sebagai tuan rumah tunggal yang akan menggelar seluruh rangkaian laga Grup H.

Seluruh duel sengit di grup ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 31 Agustus hingga 6 September 2026 mendatang.

Menanggapi hasil undian yang mempertemukan timnya dengan Garuda Nusantara, pelatih kepala Timnas Malaysia U-20, Nafuzi Zain menilai persaingan di Grup H akan berjalan dengan tensi kompetitif yang sangat tinggi.

Nafuzi Zain sangat menyadari tingkat kesulitan yang harus dihadapi oleh skuad Harimau Muda.

Timnas Indonesia U-19 dianggap lawan terkuat oleh pelatih Vietnam jelang Piala AFF U-19 2026. (Instagram/@novarianto30)

Juru taktik asal Malaysia tersebut memberikan respek mendalam terhadap kualitas para calon lawannya, terutama Australia yang menyandang reputasi sebagai juara bertahan setelah menundukkan Arab Saudi pada edisi 2025 lalu.

Ia juga menaruh perhatian besar pada sejarah panjang serta konsistensi yang dimiliki oleh skuad Garuda Nusantara.

Baca Juga: Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

"Kami menyadari kekuatan lawan kami. Australia adalah juara bertahan dan telah lolos selama sepuluh edisi berturut-turut." tutur Nafuzi kepada media Timesport.

"Indonesia memiliki sejarah panjang dalam kompetisi ini dan secara konsisten menurunkan tim-tim yang kompetitif," imbuhnya.

Tuan rumah Laos juga tidak luput dari kewaspadaannya karena diyakini bakal mendapatkan keuntungan moral dari dukungan suporter sendiri.

"Sementara Laos tentu akan berbahaya sebagai tuan rumah. Ini adalah grup ASEAN yang sangat kompetitif," kata Nafuzi lagi.

Kendati harus berhadapan dengan barisan lawan berat di fase kualifikasi, Nafuzi enggan memandang situasi ini sebagai sebuah kerugian taktis bagi anak asuhnya.

Sebaliknya, ia meyakini bahwa menghadapi lawan-lawan tangguh justru merupakan panggung terbaik bagi kematangan mental dan performa para pemain mudanya.

Load More