Suara.com - Hati-hati bagi anda yang sering menggunakan ekstensi ad-blocker di browser. Pasalnya, Google tengah menyiapkan rencana untuk mengenakan biaya bagi pengguna fitur yang berfungsi untuk menghilangkan iklan-iklan di sebuah halamam website.
Google akan mengizinkan pengelola situs untuk mengenakan biaya bagi pembaca yang menggunakan penghambat iklan. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas iklan dan memerangi peningkatan penggunaan ad-blcoker.
Perusahaan yang berbasis di Mountain View itu baru saja meluncurkan “funding choices” di mana pengelola situs dapat menetapkan harga bagi konsumen yang menggunakan ad-blocker.
Sridhar Ramaswamy, wakil presiden senior iklan dan perdagangan di Google, mengatakan seluruh industri perlu bekerja sama untuk memerangi bangkitnya fitur pemblokir iklan.
"Konsumen memasang ad-blocker karena pengalaman buruk dan membuat frustrasi," katanya.
Ramaswamy menggambarkan funding choices sebagai fitur berguna yang memungkinkan pengguna membayar konten dengan "cara yang tidak menyakitkan".
"Ini memungkinkan penerbit untuk berdialog dengan konsumen. Konsumen membayar untuk pengalaman bebas iklan," lanjutnya.
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh PageFair, adopsi ad-blocker meningkat sekitar 30% setiap tahunnya. Bahkan, Uni Eropa mengusulkan perusahaan media diizinkan untuk melarang pelanggan yang menggunakan ad-blocker.
Berita Terkait
-
Netflix Resmi Hadirkan Paket Murah dengan Iklan di Indonesia Mulai 2027, Harga Lebih Terjangkau?
-
8 Langkah Matikan Iklan di HP Xiaomi untuk Semua Aplikasi Bawaan Pengguna
-
Terpopuler: 5 HP Infinix Kamera OIS Termurah hingga Cara Menghilangkan Iklan di HP
-
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Android yang Super Mengganggu
-
Google Blokir 8,3 Miliar Iklan Berbahaya dengan AI Gemini, 99% Dicegah Sebelum Tayang
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
Terkini
-
Ada Peningkatan, Nintendo Targetkan Produksi Switch 2 Sebanyak 20 Juta Unit
-
Xiaomi 17T Debut Global dengan Kamera Leica Akhir Mei, Bersiap ke Indonesia
-
HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
-
Black Ops 7 Tak Sesuai Harapan, Infinity Ward Kerjakan Game Call of Duty Terbaru
-
ITSEC Asia Siap Perbesar Bisnis Keamanan Siber, Laba CYBR Tembus Rp68 Miliar
-
Realme Buds Air 8 Pro Debut dengan Audio Hi-Res, Baterai Tahan 50 Jam
-
Where Ultimate Meets Possible: Anker Day 2026 Jadi Panggung Terobosan Teknologi
-
Di Tengah Dolar AS Menguat, Retail Ini Punya Cara Bikin Harga Gadget Tetap Terjangkau
-
VistaTab 30 GT & 30 Pro, Tablet Praktis untuk Hiburan hingga Produktivitas Anak Muda
-
Aturan Baru Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Bisa Tekan Hoaks dan Akun Anonim