Suara.com - Tagar #BoikotIndosat meriuhkan lini massa media sosial Twitter di Tanah Air pada Senin (5/6/2017). Seperti yang dipantau Suara.com di Jakarta, hingga petang sudah lebih dari 10.300 kicauan di Twitter membahas topik ini.
Berdasarkan penelusuran, seruan memboikot salah satu penyedia jasa komunikasi seluler di Indonesia itu dipicu oleh kabar bahwa Indosat telah memecat salah seorang karyawannya yang diketahui sering mengecam pemerintah dan mengutuk upaya hukum yang disebutnya sebagai "kriminalisasi ulama".
Tulisan RMF, inisial karyawan Indosat itu, di Facebook memang tersebar luas pada pekan lalu. Dalam tulisannya ia menyebut rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai "rezim paling busuk".
Dalam akun Facebook-nya bertanggal 30 Mei, ia menulis harapan agar "Allah SWT berkenan utk mengamanahkan kekuasaan kepada Habib agar bisa menegakkan keadilan di negeri ini dg seadil2nya. Dan segera menyeret orang2 zalim yg saat ini berkuasa, serta siapa pun yang punya andil dlm kriminalisasi para ulama dan fitnah2 thd umat Islam hingga ke pengadilan dan tiang gantungan."
Para penyebar tulisan RMF rata-rata meminta agar Indosat mengambil tindakan tegas terhadap karyawannya itu.
Desakkan itu sendiri rupanya sudah dijawab oleh para pemimpin Indosat. Tak kurang dari CEO Indosat, Alexander Rusli, angkat bicara soal pengaduan itu.
Melalui akun Twitter-nya, @alexanderrusli, Alexander mengatakan bahwa Indosat tidak menolerir "sama sekali pegawai yang anti NKRI."
"Langkah sudah diambil. Spt yang disampaikan terpisah kami tdk tolerir staf yang terbukti tdk sejalan dgn negara dan pemerintah," tulis Alexander pada 3 Juni lalu di akun Twitter-nya.
Suara.com telah memeroleh kepastian dari Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, bahwa akun @alexanderrusli memang dikelola oleh Alexander.
Meski demikian Deva menegaskan bahwa informasi soal pemecatan terhadap RMF adalah tidak benar. Deva mengakui bahwa ada karyawannya yang menulis kecaman terhadap pemerintah di media sosial dan bahwa tindakannya itu telah melanggar aturan serta kebijakan perusahaan.
"Tetapi yang bersangkutan tidak dipecat," tegas Deva, "Dia diberi warning atau teguran. Setiap perusahaan kan memang punya aturan."
Deva lebih lanjut menjelaskan bahwa Indosat menghargai hak kebebasan berpendapat dan hak politik setiap karyawannya. Ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat di media sosial adalah urusan pribadi karyawan dan tidak berhubungan dengan Indosat sebagai perusahaan.
Tetapi di saat bersamaan, Deva menambahkan, Indosat memiliki Perjanjian Kerja Bersama, yang merupakan pedoman internal perusahaan yang secara tegas melarang pegawai untuk menyebarkan konten atau informasi yang bersifat menghasut.
Sementara dalam keterangan di website resmi Indosat ditegaskan bahwa, "Pegawai Indosat Ooredoo juga tidak diperbolehkan mengatasnamakan perusahaan dan memakai atribut perusahaan dalam bentuk apapun saat mengemukakan opini pribadi di sosial media, maupun pada saat melakukan kegiatan politik."
Berita Terkait
-
Trafik Data Naik 20 Persen Saat Lebaran 2026, Indosat Andalkan AI untuk Pantau Jaringan Real-Time
-
Indosat Gandeng NVIDIA, Teknologi AI Kini Siap Menjangkau Seluruh Indonesia
-
Indosat Gandeng Safaricom, Hadirkan AI dan M-PESA untuk Layanan Digital Lebih Cerdas
-
11 Jam Live TikTok di Jalur Mudik, Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI
-
Samsung Galaxy S26 Resmi Dibundling IM3 Platinum, Kuota Tembus 1 TB
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS
-
32 Kode Redeem FC Mobile 31 Maret 2026, Siap Hadapi Kiper Raksasa 270 Cm?
-
35 Kode Redeem FF 31 Maret 2026, Bocoran Event Kolaborasi Gintama dan Squad Beatz Bulan April
-
HMD Crest 2 Pro Bakal Pakai Chip Snapdragon Terbaru, Usung Baterai 6.000 mAh
-
Usai Debut di Filipina, HP Gaming Murah Nubia Neo 5 Series Bakal ke Indonesia
-
Setara Laptop Entry Level: Harga PS5 Bekas di Maret 2026 Berapaan?
-
10 Cara Mengatasi WhatsApp Pending padahal Sinyal Bagus, Coba Tips Ini
-
Mantan Petinggi Perusahaan Sarankan Disney Akuisisi Fortnite dan Epic Games
-
Poco X8 Pro Rilis 2 April, Baterai 8500mAh dan Dimensity 8500
-
REDMI 15 untuk Outdoor: Baterai Jumbo 7000mAh dan Tahan Air