Suara.com - Di tengah libur Lebaran seperti ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kemunculan ransomware jenis baru dari Petya. Menurut beberapa pengamat, serangan Petya kali ini, dinilai lebih berbahaya dibandingkan WannaCry yang sempat heboh beberapa bulan lalu.
Kemunculan ransomware Petya model baru ini bermula dari sejumlah serangan siber yang melanda beberapa negara seperti Ukraina, Inggris, Belanda, Australia dan juga Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, serangan masif merusak sejumlah infrastruktur kritis di Ukraina, seperti mesin ATM dan Bank Sentral Ukraina.
Dalam keterangan resminya kepada Suara.com, Rabu (28/6), pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan, serangan ransomware kali ini memiliki kemiripan dengan Wannacry beberapa saat lalu. Sebab, ia berdampak secara mengglobal, dan juga menggunakan eksploit eternal blue.
“Ransomware ini menduplikasi GoldenEye, sebuah ransomeware dari keluarga Petya. Kemungkinan tidak mempunyai tombol kill switch seperti WannaCry, jadi bisa dipastikan jauh lebih berbahaya dibanding wannacry,” jelasnya.
Selain itu, Ia menambahkan bahwa ransomware ini punya kemampuan menghentikan proses booting pada windows, sehingga komputer sama sekali tidak bisa diakses. Duplikasi golden eye ini juga mengenkripsi file dan NTFS (New Technology File System) yang secara default sudah ada pada komputer windows.
“Melihat serangan yang ada dan keterangan dari berbagai pihak yang menjadi korban, nampaknya update keamanan dari Microsoft praktis tidak berguna sama sekali untuk menghadapi ransomware ini,” terang chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.
Sama seperti halnya WannaCry, pelaku serangan ransomware kali ini juga meminta tebusan lewat pembayaran bitcoin. Pemilihan Bitcoin karena mata uang ini dianggap lebih aman dan tidak mudah dilacak kepemilikan akun bitcoin itu sendiri. Inilah alasan kenapa para pelaku kejahatan siber hampir selalu menggunakan bitcoin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses
-
Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta
-
DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun
-
Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?
-
5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan
-
Andai Lionel Messi Memilih Spanyol
-
Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan
-
Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!
-
6 Sunscreen Terbaik untuk Wanita di Atas 40 Tahun dengan Kulit Sensitif sesuai Review dan Harga
-
Cara Membedakan Kulit Sawo Matang dan Kuning Langsat, Begini Ciri-cirinya