Suara.com - Kita semua tahu bahwa dunia sedang ditransformasikan oleh teknologi. Seorang ahli kecerdasan buatan terkemuka telah membuat serangkaian prediksi yang membuat perubahan ini menjadi perspektif yang keras.
Dalam buku barunya, It's Alive!: Artificial Intelligence from the Logic Piano to Killer Robots, Profesor Toby Walsh melukiskan gambaran hidup yang mengerikan pada tahun 2050.
Dari kendaraan otonom ke pengelolaan robot, manusia akan berada di bawah komputer cerdas buatan yang akan mengendalikan hampir semua aspek kehidupan kita.
"Pada tahun 2050, tahun 2000 akan terlihat kuno seperti zaman kuda tahun 1900 kepada orang-orang pada tahun 1950," kata Walsh, seorang profesor kecerdasan buatan di Universitas New South Wales di Australia.
Berikut adalah beberapa ramalannya mengerikan tentang kehidupan di tahun 2050.
1. Manusia akan dilarang mengemudi
Prosesnya sudah mulai berjalan. Dimana mobil bisa bergerak sendiri. Namun pada tahun 2050, Profesor Walsh memprediksi bahwa manusia akan dilarang mengemudi.
Sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kesalahan manusia, menurutnya, kendaraan otonom akan lebih aman dan kurang padat.
Mobil swakemudi akan lebih banyak, kebanyakan orang akan kehilangan kemampuan mengemudi mereka dan parkir di jalan akan hilang.
Baca Juga: Manusia Dikalahkan Kecerdasan Buatan dalam Permainan Pac-Man
Akhirnya, kapal, pesawat terbang dan kereta api juga akan menjadi otonom, sehingga barang dapat diangkut ke seluruh dunia tanpa campur tangan manusia.
"Jika kita bisa menyingkirkan manusia dari lingkaran, kita bisa membuat jalan kita lebih aman," kata Walsh.
2. Bos Anda komputer
Seiring komputer menjadi lebih "cerdas", sistem AI akan semakin mengatur bagaimana Anda bekerja. Mulai dari menjadwalkan tugas dan menyetujui liburan untuk memantau serta memberi penghargaan atas kinerja Anda.
Mereka juga ditugaskan mempekerjakan dan memecat karyawan, melihat kualifikasi dan keahlian untuk mencocokkan orang dengan pekerjaan.
Walsh menunjukkan bahwa orang yang cocok dengan pekerjaan tidak lebih rumit daripada mencocokkan orang satu sama lain, seperti pada situs kencan. Namun, dia mengakui ada beberapa keputusan yang seharusnya tidak diperbolehkan dilakukan mesin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google