Suara.com - Dunia sejak akhir pekan kemarin dihebohkan oleh berita tentang seorang sopir di Amerika Serikat yang membangun sebuah roket secara mandiri dan berniat menerbangkannya ke luar angkasa untuk membuktikan bahwa Bumi sebenarnya tak bulat.
Mike Hughes, nama sopir itu, berniat terbang ke luar angkasa bersama roket buatannya pada akhir pekan kemarin. Tapi rencananya itu batal karena rupanya belum memperoleh izin dari otoritas di AS.
Tetapi, apakah perlu terbang ke luar angkasa hanya untuk membuktikan bahwa Bumi itu bulat dan bukannya datar?
Menurut Ian Whittaker, pakar astrofisika dari Universitas Nottingham Trent, Inggris, upaya ekstrem seperti itu tak perlu. Menurutnya dalam 50 tahun terakhir, berkat perkembangan sains dan teknologi, kita sudah bisa memotret Bumi dari luar angkasa.
Tapi sayang, sejak berkembangnya internet, semakin banyak orang yang kembali ke belakang, percaya bahwa Bumi itu datar, dan bahwa teori Bumi bulat adalah karangan ilmuwan. Singkatnya, mereka, termasuk Hughes, lebih percaya pada teori konspirasi.
Hughes dan roketnya ingin mencari bukti-bukti baru bahwa Bumi berbentuk datar, bukan bulat seperti yang diutarakan para ilmuwan.
Whittaker sendiri, dalam artikelnya di The Conversation, menawarkan cara mudah untuk membuktikan bahwa Bumi bulat. Tak perlu ke luar angkasa, tulis Whittaker, cukup ulang saja eksperimen sederhana yang pertama kali dibuat oleh para ilmuwan Yunani ribuan tahun silam.
Caranya dengan membandingkan bayangan dua bilah tongkat yang ditegakkan sejajar di dua lokasi berbeda. Tongkat pertama dan kedua ditegakkan di lokasi berjarak sekitar 800km, di mana tongkat kedua berada di sebelah utara tongkat pertama.
Perhatikan ketika Matahari berada tepat di atas tongkat pertama, pasti tak akan ada bayangan dari tongkat itu. Sementara di saat sama, pada tongkat kedua pasti akan ada bayangan.
Jika Bumi benar-benar datar, kedua tongkat itu tak akan memiliki bayangan karena keduanya tentu berada pada sudut yang sama terhadap Matahari. Para ilmuwan Yunani kuno menemukan perbedaan pada bayangan kedua tongkat itu karena Bumi memang bulat.
Para ilmuwan Yunani itu kemudian menggunakan sudut-sudut itu untuk mengukur lingkar Bumi. Mereka berhasil, meski ada kesalahan kecil "tetapi sudah cukup bagus untuk ukuran orang-orang di tahun 250 sebelum Masehi," tulis Whittaker.
Cara lain adalah dengan memperhatikan serta membandingkan langit malam di belahan Bumi utara dan selatan. Pemandangan di dua langit itu berbeda jauh, karena dua belahan Bumi itu menghadap ke arah berbeda. Jika Bumi datar, pemandangan yang kita lihat akan sama saja.
Ketiga, seperti yang sudah banyak dilakukan oleh siswa-siswa sekolah dasar atau sekolah menengah di dunia, adalah dengan mengirim sebuah kamera atau ponsel pintar ke langit dengan diikatkan pada balon udara.
Hasil rekaman kamera akan menunjukkan bahwa Bumi memang bulat, dan hasilnya tak akan berbeda jika Hughes jadi mengirim roketnya ke angkasa.
Tag
Berita Terkait
-
Pakeeeet! Teriakan Kebahagiaan atau Lonceng Kematian bagi Bumi Kita?
-
BSDE Didepak dari MSCI, Bagaimana Prospek Sahamnya?
-
PGN Amankan Kesepakatan Strategis Pasokan Gas Bumi di IPA Convex 2026
-
IHSG Bisa Rebound Hari Ini, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Cepat SG2 Golden dan MP40 Cobra
-
Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya