- IHSG terkoreksi 1,37% atau 115 poin pada Selasa (24/2/2026), menyebabkan kapitalisasi pasar BEI turun di bawah Rp15.000 triliun.
- Investor asing mencatatkan beli bersih total Rp1,38 triliun, dengan saham perbankan seperti BMRI menjadi fokus akumulasi utama.
- Saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) memimpin jual bersih investor asing sebesar Rp141,19 miliar, harga sahamnya turun 8,16%.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhenti secara mendadak pada penutupan perdagangan Selasa (24/2/2026).
Setelah sempat menguat signifikan pada hari sebelumnya, indeks domestik kini berbalik arah dengan terkoreksi dalam hingga 115 poin atau merosot 1,37% ke posisi 8.280,83.
Koreksi ini tercermin dari dominasi emiten yang memerah, di mana sebanyak 567 saham mengalami penurunan harga, berbanding terbalik dengan hanya 153 saham yang naik, sementara 99 saham lainnya stagnan.
Aktivitas pasar terpantau sangat dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp29,51 triliun dan volume perdagangan mencapai 60,75 miliar saham.
Akibat pelemahan ini, total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali tergerus ke bawah angka psikologis Rp15.000 triliun.
Aksi Beli Asing: Perbankan Masih Jadi Primadona
Menariknya, di tengah kejatuhan indeks, investor mancanegara justru mencatatkan beli bersih (net buy) dengan nilai total Rp1,38 triliun di seluruh pasar.
Jumlah tersebut terbagi atas Rp621,89 miliar di pasar reguler serta Rp754,96 miliar melalui pasar negosiasi dan tunai.
Berikut adalah 10 saham yang menjadi incaran utama akumulasi investor asing pada perdagangan kemarin:
Baca Juga: 7 Fakta Penting di Balik Proses Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp577,84 miliar
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp212,79 miliar
PT Astra International Tbk (ASII): Rp142,96 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp114,6 miliar
PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp88,87 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp86,13 miliar
PT Timah Tbk (TINS): Rp80,58 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp67,5 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp47,65 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp43,62 miliar
Aksi Jual: IMPC dan BUMI Pimpin Daftar Net Sell
Sebaliknya, beberapa emiten justru mengalami tekanan jual yang cukup masif dari investor asing. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) memimpin daftar pelepasan aset oleh asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp141,19 miliar. Imbasnya, harga saham IMPC terjun bebas 8,16% ke level Rp2.250 per lembar.
Berikut rincian 10 emiten dengan nilai jual bersih (net sell) terbesar oleh asing:
IMPC: Rp141,19 miliar
BUMI: Rp102,26 miliar
BIPI: Rp72,66 miliar
EMAS: Rp71,76 miliar
BBNI: Rp56,13 miliar
INKP: Rp47,91 miliar
GOTO: Rp42,86 miliar
BULL: Rp35,38 miliar
NCKL: Rp30,12 miliar
MINA: Rp28,54 miliar
Pelemahan IHSG yang cukup tajam ini mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) dari para pelaku pasar setelah penguatan di hari-hari sebelumnya.
Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas pasar menjelang penutupan bulan Februari.
DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia per 24 Februari 2026. Pergerakan saham dan indeks harga memiliki risiko fluktuasi yang tinggi.
Berita Terkait
-
IPOT Bongkar Kelemahan Aplikasi Trading yang Masih Andalkan Data Historis
-
Skandal Manipulasi, Ini Saham-saham yang 'Digoreng' Belvin
-
Harus Hati-hati, Penerapan Free Float 15 Persen Bisa Tekan Harga
-
Profil PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), Saham yang 'Banting Stir'
-
Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar