- IHSG ditutup melemah 0,81% di level 8.255,18 pada penutupan perdagangan Sesi 1, Kamis, 26 Februari 2026.
- Aktivitas perdagangan Sesi 1 sangat likuid dengan total nilai transaksi mencapai Rp14,87 triliun dan volume 26,33 miliar lembar.
- Saham TKIM, BREN, dan BMRI menahan indeks, namun terkoreksi oleh tekanan jual saham TLKM, MDKA, serta BBCA.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela tertahan di zona merah pada penutupan perdagangan Sesi 1, Kamis (26/2/2026). Indeks tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,81% atau turun 67,04 poin ke level 8.255,18.
Meskipun sempat dibuka menguat pada level 8.351,36 dan menyentuh posisi tertinggi harian di 8.358,96, tekanan jual yang masif menyeret indeks hingga ke titik terendah sesi di 8.236,60.
Pelemahan ini juga diikuti oleh indeks saham unggulan LQ45 yang terkoreksi 0,71% ke posisi 837,07.
Aktivitas perdagangan pada paruh pertama hari ini tergolong sangat cair dengan total nilai transaksi mencapai Rp14,87 triliun, di mana pasar reguler menyumbang Rp11,45 triliun.
Volume saham yang berpindah tangan menembus 26,33 miliar lembar saham.
Di sisi makro, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terpantau masih berada di level tinggi yakni Rp16.754. Sementara itu, harga minyak mentah NYMEX berada di posisi US$65,57 per barel, yang turut memberikan pengaruh pada pergerakan saham-sektor komoditas energi.
Saham Penopang dan Penekan Indeks
Beberapa saham berkapitalisasi besar (Big Caps) tampil sebagai Leading Movers yang menahan kejatuhan indeks lebih dalam. Saham TKIM melesat tajam 19,13%, disusul oleh BREN yang menguat 2,25% dan BMRI yang naik tipis 0,47%.
Namun, kekuatan tersebut belum mampu membendung tekanan dari jajaran Lagging Movers. Saham telekomunikasi TLKM turun 1,67%, disusul oleh emiten tambang MDKA yang anjlok 6,28%, serta perbankan raksasa BBCA yang terkoreksi 0,68%.
Baca Juga: Pengendali Borong 4,49 Miliar Saham BUKA, Rogoh Kocek Rp674 Miliar
Top Gainers dan Losers Sesi 1
Meskipun indeks melemah, sejumlah saham mencatatkan kenaikan fantastis (Top Gainers), di antaranya:
DIVA: Naik 28,83% ke level 210.
MSKY: Menguat 28,21% ke posisi 100.
IFSH: Melonjak 25,00% menjadi 2.000.
Di sisi lain, saham yang menempati posisi Top Losers meliputi:
INDS: Terperosok 14,95% ke level 1.280.
SKBM: Turun 14,88% ke posisi 1.030.
SCNP: Melemah 13,84% ke level 193.
Untuk saham dengan nilai transaksi (Value) terbesar, sektor energi dan sumber daya masih mendominasi melalui BIPI (Rp312) dan BUMI (Rp266) yang keduanya kompak ditutup melemah pada sesi pertama ini.
Para pelaku pasar kini menantikan pembukaan Sesi 2 untuk melihat apakah akan ada aksi beli spekulatif di area support atau justru tekanan jual berlanjut seiring dengan kondisi nilai tukar yang masih fluktuatif.
DISCLAIMER: Berita ini disusun berdasarkan data perdagangan bursa Sesi 1 per 26 Februari 2026. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi.
Berita Terkait
-
Trading Saham Global Kini Bisa 24 Jam Nonstop
-
IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan, Cermati Support 8.200
-
Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru
-
IHSG Tembus Level 8.300 Lagi Hari ini, Cek Daftar Saham yang Cuan
-
PPRO Lepas Gembok, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI
-
Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam
-
Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis
-
IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya
-
Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
-
Jadwal Stock Split Saham RMKE
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang
-
BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo
-
Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun