Suara.com - Sebuah manuskrip yang dilengkapi dengan ilustrasi berwarna dan berisi tentang kehidupan seks liar di wilayah Kekhalifahan Usmani pada abad 18 kini sedang dilelang di Inggris.
Manuskrip itu berjudul "Al-shaykh Ila Sibah" atau jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia kira-kira berarti "Seorang Syekh Mengenang Masa Mudanya".
Isinya mencatat dengan cukup rinci, lengkap dengan gambar-gambar ilustrasi, tentang kehidupan seks di kerajaan yang runtuh pada 1922 itu.
Dalam manuskrip itu terdapat sekitar 85 ilustrasi berwarna, yang secara vulgar menggambarkan beragam hubungan seks, mulai dari antara lawan jenis, homoseksual, hubungan seks antara lelaki di dalam ketentaraan, hubungan seks beramai-ramai, hingga berhubungan seks dengan pelacur.
Ilustrasi-ilustrasi itu diyakini dibuat oleh Shaykh Muhammad ibn Mustafa al-Misri, seorang seniman yang diperkirakan hidup pada abad 18 sampai 19 di wilayah Usmani.
Manuskrip berharga itu kini akan dilelang oleh rumah lelang terkemuka di London, Inggris, Sotheby's. Buku tua itu diperkirakan akan laku seharga 250.000 sampai 350.000 pound sterling atau sekitar Rp6,8 miliar.
Sayang, dalam manuskrip itu tak disebutkan siapa syekh yang menjadi sumber cerita. Ia diduga adalah kerabat bangsawan - terlihat dari kemunculan gambar tokoh-tokoh dengan turban berwana biru putih - dan diyakini sebagai petualang cinta pada masanya.
Buku itu sendiri menyebut tiga tahun berbeda, yakni 1779, 1799, dan 1817. Sebuah kota juga disebut dalam manuskrip itu, yakni Shumen yang saat ini berada di Bulgaria.
"Ini adalah sebuah ilustrasi berkualitas tinggi. Ia menampilkan kehidupan dari seorang playboy Usmani. Kami belum bisa mengidentifikasi dia, tetapi ada penanda yang jelas pada pakaian-pakaian yang menunjukkan lokasi di Istana Sultan," kata Chiara de Nicolais, pakar studi Timur Tengah dari Sotheby's kepada The Times.
"Siapa pun dia, orang ini jelas memiliki pengaruh di kalangan bangsawan dan ia sangat, sangat kaya. Tipe turban yang dikenakannya menunjukkan seseorang yang berada dala lingkaran dalam Sultan," imbuh De Nicolais.
Berita Terkait
-
Sisi Gelap Piala Dunia 2026, NYPD Siaga Hadapi Lonjakan Perdagangan Seks
-
Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
-
Viral Santriwati Ngaku Hamil Tanpa Hubungan Intim, Logika Publik Berontak
-
Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret
-
Tragedi 11 Bayi Sleman: Bukti Masih Gagalnya Pendidikan Seks di Indonesia?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis