Suara.com - Razer, perusahaan manufaktur hardware game, meluncurkan smartphone pertamanya di Australia. Ponsel yang disebut Razer Phone adalah handset ramah yang dirancang untuk para gamer, dikemas dalam layar 5.7 inci UltraMotion 120Hz, speaker stereo depan dengan audio bersertifikat THX dan chipset mobile terbaru dari Qualcomm.
Operasi sistem yang ditanamkan sudah Android 8.1 (Oreo) dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 835. Dengan memori sebesar 8 GB dan storage 64 GB, Razer mengklaim bahwa smartphonenya adalah ponsel paling kuat di dunia dalam dunia gaming.
Memiliki resolusi 1440 x 2560 pixels dengan kamera 12 MP bukaan f / 1.75 di bagian belakang dan tambahan lensa zoom 12 MP bukaan f / 2.6 serta 8 MP dengan bukaan f / 2.0 untuk kamera depan, Razer Phone ditanami baterai sebesar 4.000 mAh. Terdapat pula aplikasi Game Booster yang memungkinkan penggunanya untuk meningkatkan kecepatan prosesor dan laju screen frame saat bermain game dengan grafis yang bagus.
Di Australia sendiri, Razer Phone dibanderol dengan harga 1.099 dolar sebagai harga eceran terendah atau setara dengan Rp 15,8 juta. Hal ini membuat Razer Phone memiliki harga yang jauh lebih murah daripada iPhone X atau Samsung Galaxy S9 Plus yang dibanderol dari 1.579 dolar dan 1.199 dolar. Jika dibandingkan dengan produk gaming dari Razer yang lain, harga eceran untuk Razer Phone tidak terlalu mahal. [Lifehacker]
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi