Suara.com - Para ilmuwan menemukan bukti dari teori yang sangat aneh tentang seksualitas perempuan. Dimana teori dari zaman Romawi Kuno mengungkap perempuan lebih suka bercinta.
Hal itu terungkap dari sebuah gulungan misterius sejak abad ke-16. Papirus berusia 2000 tahun menampilkan tulisan di kedua sisi dan memiliki terjemahan yang mencengangkan.
Para peneliti di Universitas Basel telah menemukan bahwa sebenarnya beberapa lapisan papirus saling menempel, memungkinkan mereka untuk mengetahui bahwa itu sebenarnya adalah risalah tentang apa yang terjadi pada perempuan yang kehausan akan bercinta.
Mereka menemukan bahwa dokumen itu mungkin ditulis dokter Romawi Galen dan membahas 'histeris apnea', sebuah teori yang didiskreditkan yang menunjukkan 'rahim pengembara' menyebabkan pergolakan emosional saat bergerak di sekitar tubuh. Efek dari kondisi ini dikatakan sangat parah pada perempuan single yang tidak menikmati keindahan saat bercinta.
"Ini adalah penemuan sensasional," kata Sabine Huebner, Profesor Sejarah Kuno di Universitas Basel.
Jadi apa yang terjadi pada perempuan yang didiagnosis dengan histeria selama patch kering? Yah, Hippocrates dari Yunani mengatakan bahwa lelaki perlu mengambil tindakan cepat jika mereka khawatir kurangnya hubungan seks seorang perempuan membuatnya terganggu.
"Anda harus membasuhnya dengan air panas. Jjika dia tidak merespon, dengan air dingin, dari kepalanya ke bawah. Air dingin yng digunakan telah diseduh aroma terapi laurel dan myrtle," tulisnya dalam Diseases of Women.
Kemudian, gosok kepalanya dengan parfum mawar dan gunakan aroma terapi beraroma manis di bawah vaginanya.
Namun, jika masih belum berhasil, Dokter Victoria percaya pada histeria ini menggunakan vibrator untuk "mengobati" kondisinya. [Metro]
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027
-
Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ
-
AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik
-
Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia
-
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
-
Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?
-
SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September
-
Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital