Suara.com - Kerangka enam inci misterius dengan tengkorak 'mirip kerucut' yang aneh sempat membuat bingung para ilmuwan sejak digali di Gurun Atacama 10 tahun lalu. Dari penimbangan, tim peneliti yang menulis di 'International Journal of Paleopathology', mengungkap asal-usul kerangka mungil yang diduga janin itu.
'Ata' sebutannya, diketahui memiliki asal-usul yang tragis. Janin berusia 15 minggu itu kemungkinan hasil dari keguguran.
"Mumi ini mencerminkan kehilangan yang menyedihkan bagi seorang ibu di Gurun Atacama," kata Dr Bernardo Arriaza, ahli bioarkologi dari Universitas Tarapacá di Chili. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Ata hanya memiliki 10 pasang iga sedangkan normalnya adalah 12 pasang.
Namun studi baru menunjukkan ‘iga mengambang’ ini mungkin tidak mulai terbentuk pada tahap perkembangan janin yang belum lahir ini. Ini juga melemparkan keraguan pada bentuk 'tengkorak memanjang' dan berpendapat itu tampak normal untuk janin prematur.
Para ilmuwan tidak dapat menyimpulkan usia Ata, menunjukkan bahwa bayi dari zaman purba ini adalah bayi prematur dan masih belum jelas. Satu penelitian menunjukkan bahwa dia bisa berusia ratusan tahun, sementara yang lain mengklaim bahwa tubuh tersebut baru berusia beberapa dekade.
Ata ditemukan di kuburan di samping sebuah gereja di kota La Noria yang ditinggalkan di Gurun Atacama di Chile Utara. Dia kemudian dibeli oleh seorang kolektor Spanyol.
Dari penelitian terbaru ini mengungkap jika Ata bukan merupakan bayi alien, meskipun klaim yang dibuat dalam film yang disebut Sirius. Nigel Watson, penulis 'UFO Investigations Manual', sebelumnya mengatakan, "Dalam film dokumenter Steven Greer, Sirius, sebagai kerangka ET".
Film ini berjanji akan menghadirkan paradigma yang mengubah bukti fisik dari DNA yang dianalisa secara medis dan ilmiah, makhluk humanoid dari klasifikasi yang tidak diketahui.
Sayangnya, film ini tidak memberikan bukti konklusif bahwa film itu berasal dari alien. [Metro]
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan