Suara.com - Twitter kembali menguji fitur baru pada platformnya, kali ini dengan menghadirkan fitur status online dan thread yang bisa dibalas pengguna. Fitur indikator status online berguna bagi pengguna untuk melihat siapa saja yang sedang online. Sementara fitur yang satunya memungkinkan pengguna memberikan tampilan baru pada sistem balasan di Twitter.
Kedua fitur tersebut dipamerkan oleh Direktur Manajemen Produk Twitter, Sara Haider, lewat akun Twitternya. Lewat unggahannya, Sara Haider meminta pendapat tentang kedua fitur yang masih pada tahap prototipe tersebut.
Salah satu tangkapan layar memperlihatkan sebuah titik hijau pada avatar akun pengguna, di mana titik hijau itu dapat menunjukkan status online pemilik akun. Pembaruan thread sendiri akan menampilkan kotak tweet dengan warna berbeda.
Sayang, banyak pengguna tidak menyetujui hadirnya kedua fitur tersebut. Mereka berpendapat bahwa pembaruan tersebut akan membuat Twitter "terlihat seperti Facebook" karena terlalu banyak memiliki fitur. Sementara yang lain mengatakan kemungkinan fitur status online akan menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional, seperti mengungkap aktivitas Twitter presiden kepada agen asing.
Dilansir dari Daily Mail, indikator status online mungkin memang berguna jika ditambahkan dengan pengecualian. Misalnya pengguna diberi kontrol pengaturan, di mana status online hanya terlihat oleh orang yang pengguna ikuti dan memiliki opsi untuk menonaktifkan tombol online. Hingga kini pihak Twitter belum memberikan kepastian kapan fitur-fitur tersebut akan diluncurkan secara publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah
-
Novel Tanjung Luka, Pencarian Kebenaran di Tengah Prasangka Masyarakat
-
Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi
-
Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan
-
1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai
-
Mitos macOS Lebih Aman Runtuh: Riset Kaspersky Ungkap Pengguna Mac Lebih Rentan Terkena Malware
-
Cushion Glad2Glow Pink dan Silver, Apa Bedanya? Ini Kelebihan Masing-Masing
-
Eks Menhan Mark Esper: Tawaran Damai Iran Konyol, Merasa Lagi di Atas Angin
-
Selat Hormuz Siap Dibuka Jika AS Mau Bayar Kompensasi ke Iran, Berapa Nominalnya?
-
PLTA Garung Pasok Energi Bersih ke Sistem Jawa-Bali, Aliri Listrik 30 Desa