Suara.com - Pengguna sering menonaktifkan 'riwayat lokasi' atau 'layanan lokasi' dan mengira bahwa Google tidak dapat lagi melacaknya dan mengumpulkan data lokasi apa pun dari perangkat tersebut. Tetapi, rupanya Google masih melacak lokasi pengguna untuk memberikan hasil pencarian yang dipersonalisasi berdasarkan lokasi dan iklan.
Dilansir dari Gadgets Now, setelah mematikan tombol lokasi Google masih melacak lokasi berdasarkan layanan yang digunakan pengguna seperti cuaca, peta, pencarian, dan juga menggunakan alamat IP. Oleh karena itu, untuk menghentikannya maka pengguna harus mematikan layanan 'Aktivitas Web & Aplikasi' dari akun Google. Berikut ini cara untuk mematikan pelacakan lokasi Google dalam platform Android dan iOS:
1. Cara mematikan pelacakan lokasi Google untuk perangkat Android
Pengguna cukup membuka opsi Pengaturan > Google > buka Akun Google > cari tab Data & Personalisasi > buka opsi Data & Personalisasi > ketuk opsi Riwayat Lokasi dan matikan setelan untuk masing-masing atau semua perangkat yang ditautkan ke akun Google tersebut.
2. Cara mematikan pelacakan lokasi Google untuk perangkat iOS dan Windows
Pengguna harus mengakses situs https://myaccount.google.com/activitycontrols di browser > masuk ke akun menggunakan kredensial pengguna > nonaktifkan pengaturan Aktivitas Web & Aplikasi dan matikan Riwayat Lokasi yang terletak tepat di bawah setelan Aktivitas Web & Aplikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan