Suara.com - Dahulu, para pengamat langit kuno memetakan bintang-bintang paling terang di langit ke dalam pola berbentuk hewan, pahlawan, monster, dan instrumen ilmiah hingga sekarang menjadi 88 rasi bintang resmi. Sekarang, di era yang lebih modern, para ilmuwan NASA menggunakan Fermi Gamma-ray Space Telescope telah menyusun seperangkat rasi bintang yang dibangun dari sumber sinar gamma di langit untuk merayakan tahun ke-10 dari misi teleskop antariksa tersebut.
Uniknya, 88 rasi bintang resmi yang sudah dikenal saat ini bisa dengan mudah diamati, tetapi 21 konstelasi atau rasi bintang baru dirilis NASA tidak bisa. Hal ini dikarenakan sinar gamma sebagai sebuah bentuk cahaya berenergi tinggi, tetapi manusia tidak bisa melihatnya secara langsung karena sinar tersebut tidak memancarkan cahaya tampak.
Sampai saat ini, Fermi telah menemukan sekitar 3.000 sumber sinar gamma di langit yang banyak dari sumber sinar gamma tersebut berasal dari bintang neutron, pulsar, sampai lubang hitam supermasif. Kemudian dari 3.000 sumber sinar gamma ini, NASA merangkai 21 rasi bintang. Namun, berbeda dengan para pengamat langit kuno yang merangkai bentuk-bentuk sederhana, 21 rasi bintang baru ini memiliki bentuk yang lebih modern, seperti TARDIS dari film Doctor Who, kapal antariksa fiksi USS Enterprise dari film Star Trek, Hulk, hingga landmark terkenal seperti Gunung Fuji di Jepang.
Pengumpulan 3.000 sumber sinar gamma ini telah berlangsung sejak Juli 2008, ketika Fermi's Large Area Telescope (LAT) telah mulai memindai seluruh langit setiap hari untuk memetakan dan mengukur sumber sinar gamma yang terdeteksi.
"Pada tahun 2015, jumlah sumber sinar gamma yang dipetakan oleh LAT telah berkembang menjadi sekitar 3.000, di mana 10 kali jumlah yang diketahui sebelum misi ini dijalankan. Untuk pertama kalinya, jumlah sumber sinar gamma yang diketahui sebanding dengan jumlah bintang terang yang bisa diamati di langit malam, jadi kami pikir kumpulan konstelasi baru ini adalah cara yang bagus untuk mengilustrasikan sumber-sumber sinar gamma ini," jelas Elizabeth Ferrara dari Goddard NASA, yang memimpin proyek konstelasi ini.
Untuk dapat menikmati rasi bintang ini, Ferrara dan Daniel Kocevski, astrofisikawan di Marshall Space Flight Center NASA, mengembangkan interaktif berbasis web untuk menampilkan rasi bintang tersebut. Siapapun dapat mengunjungi web tersebut dan mengeklik konstelasi yang menyertakan tautan ke laman yang menyediakan lebih banyak informasi. [NASA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony
-
CD Projekt Sedang Garap Game Baru, Penerus The Witcher dan Cyberpunk?
-
Serangan Rantai Pasokan Jadi Ancaman Siber Terbesar 2025, Perusahaan Asia Pasifik Wajib Waspada
-
5 Rekomendasi HP Rp3 Jutaan dengan Spek Gahar dan Performa Andal
-
REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z