Suara.com - Twitter mengeluarkan pernyataan permohonan maaf setelah frasa berbau rasis, "Bunuh semua orang Yahudi" muncul ke sejumlah pengguna. Kata-kata itu muncul sebagai bagian dari topik yang sedang tren di beranda situs, yang berarti bahwa orang-orang diperlihatkan pesan-pesan antisemit yang keras ketika mereka masuk ke akun Twitter.
Frasa itu telah diposting karena serangan terhadap sinagog di New York, di mana kata-kata itu disemprotkan ke dinding hanya dalam serangkaian serangan bereputasi tinggi terhadap orang-orang Yahudi.
Twitter menyatakan permohonan maaf atas kesalahan tersebut dan meyakinkan pesan itu tidak akan muncul lagi. Itu hanya diperlihatkan kepada pengguna lokal New York sebagai bagian dari topik yang berfokus secara geografis, yang seharusnya memungkinkan orang untuk melihat apa yang orang lain bicarakan.
"Ini adalah tren akibat liputan dan reaksi ngeri terhadap vandalisme terhadap sinagog di New York," kata situs itu dalam sebuah pernyataan yang pertama kali dilaporkan oleh BuzzFeed.
"Apapun itu, seharusnya tidak muncul sebagai tren. Kadang-kadang, kami mencegah konten tertentu dari tren dan kami sekarang melakukannya dengan tren ini," tulisnya lagi.
Kata-kata itu disemprotkan di dalam sebuah tangga di Union Temple di Brooklyn Heights, bersama dengan berbagai pesan antisemit lainnya.
Seperti diketahui, peristiwa itu telah diliput secara signifikan oleh media nasional karena peristiwa pembunuhan massal di sebuah sinagog di Pittsburgh, yang merupakan serangan paling mematikan terhadap komunitas Yahudi dalam sejarah AS. Vandalisme itu juga menyebabkan pembatalan sebuah acara oleh bintang Broad City, Ilanna Glazer, setelah serangan tersebut. [Mirror]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci