Suara.com - Bisnis di segala bidang harus bersiap menghadapi perubahan global dunia yang mengkombinasikan manufaktur tradisional dan praktik industri dengan dunia teknologi pada revolusi industri 4.0. Tantangannya adalah membangun sistem keamanan terpadu melawan ancaman eksternal dan internal.
Dalam dunia siber, para pelaku industri 4.0 juga mengalami ancaman dunia maya yang sama seperti organisasi lain. Ponemon Institute dalam studinya di tahun 2018 manyatakan bahwa rata-rata kerugian akibat pelanggaran data secara global pada tahun ini mencapai 3.86 juta dolar AS atau meningkat 6,4 persen dari tahun 2017.
Menurut Breach Level Index, basis data global dari pelanggaran data publik mengungkapkan, 945 pelanggaran data menyebabkan 4,5 miliar catatan data dikompromikan di seluruh dunia pada paruh pertama tahun 2018. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017, jumlah data yang hilang, dicuri atau dikompromikan meningkat sebesar 133 persen.
Sementara ESET menilai, ada beberapa tantangan besar yang dapat menjadi sandungan bagi dunia industri di tahun mendatang, yaitu ancaman-ancaman terkini yang dapat menyebabkan kerusakan dan kerugian besar bagi banyak perusahaan.
Berikut adalah tantangan utama yang akan dihadapi oleh perusahaan saat masa peralihan industri yang mendorong efektifitas dan efisiensi.
1. Targeted Attack
Menurut studi yang dilakukan oleh Enterprise Enviromental Factor (EEF), 48 persen produsen di beberapa titik telah mengalami insiden keamanan, dan setengah dari organisasi tersebut menderita kerugian finansial atau gangguan terhadap bisnis mereka. Menurut survei, industri manufaktur adalah yang paling ditargetkan untuk serangan siber, tepat berada di belakang sektor publik dan bisnis keuangan.
Industrial Control System (ICS) atau Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) adalah perangkat lunak yang paling sering digunakan dalam industri manufaktur, infrastruktur dan berbagai bidang lain, merupakan titik terlemah dalam sistem keamanan perusahaan.
Contoh kasusnya adalah GreyEnergy (2018), yang dirancang untuk sasaran lebih luas. PICS/SCADA digunakan bukan hanya di manufaktur, tetapi juga pada pembangkit listrik, perusahaan transmisi, pengolahan minyak dan gas, pabrik-pabrik, bandara sampai layanan pengiriman.
Baca Juga: Teknologi Jadi Tantangan Sektor Logistik Hadapi Revolusi Industri
2. Ransomware
Menurut laporan Verizon 2018 mengatakan bahwa 56 persen insiden malware melibatkan ransomware sehingga menjadikannya sebagai bentuk malware yang paling umum. Sayangnya, peretas mengalihkan perhatian mereka ke sistem penting seperti server daripada perangkat karyawan.
Dalam praktiknya, ransomware oleh pengembangnya dikolaborasikan dengan botnet bahkan CryptoJacking untuk mendapatkan keuntungan ganda. Menghadapi ransomware memang bukan perkara mudah, bagi sebuah perusahaan memiliki alat proteksi dari ransomware bukan suatu hal yang bisa ditawar-tawar karena ransowmare tidak pernah pilih-pilih ketika menyerang korbannya.
3. Orang dalam/Insider
Akar masalah dari kerentanan 52 persen berasal dari kesalahan karyawan yang dilakukan secara tidak sengaja, seperti salah copy file, salah kirim file, meninggalkan komputer dalam keadaan terbuka saat tidak dipakai, dan lain-lain. Sementara, Ponemon Institute dalam studinya di tahun ini mengatakan bahwa 1 dari 4 kebocoran data disebabkan oleh orang dalam yang dilakukan dengan sengaja dengan motivasi finansial, spionase dan persaingan bisnis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Apakah Stylus Pen Bisa untuk Semua Tablet? Cek 5 Rekomendasi Digital Pen Terbaik
-
Daftar Harga HP Vivo dan iQOO Terbaru Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Tablet Samsung Galaxy Tab A9 vs Redmi Pad SE, Mana Paling Worth It Buat Anak Sekolah?
-
7 HP 5G Rp3 Jutaan Pesaing Redmi Note 15 5G: Spek Gahar, Harga Bersahabat
-
52 Kode Redeem FF 5 Februari 2026: Cek Bocoran Bundle Valentine dan Evo Gun Scorpio
-
19 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 5 Februari 2026: Rebutan Dembele UTOTY yang OP Banget
-
Vivo X300 Ultra Bakal Bawa Sensor Sony LYT901 dan Baterai 7.000 mAh
-
File Epstein Guncang Dunia Game: Mantan Petinggi GTA dan Call of Duty Terseret
-
5 HP Murah Tanpa Iklan 'Pop-Up', Pemakaian Harian Tenang tanpa Gangguan
-
Teknologi Sinematik Membawa Pengalaman Walk-Through Virtual Pertama ke Indonesia