Suara.com - Perusahaan teknologi Indonesia Tokopedia kembali menghadirkan beragam inovasi digital untuk mempersiapkan para penjual menghadapi lonjakan
pesanan akhir tahun, antara lain Saldo Prioritas dan Voucher Toko.
Fitur Saldo Prioritas menawarkan pembayaran dana di muka untuk para penjual hanya dengan memasukkan resi pengiriman. Fitur ini merupakan terobosan baru dan yang pertama di dunia e-commerce Indonesia.
Inisiatif peluncuran fitur ini didasarkan pada adanya kesenjangan waktu antara penerimaan pesanan dan pemenuhan pesanan oleh penjual.
Samuel Sentana, Head of Fintech Tokopedia, mengungkapkan, “Dengan mendapatkan pembayaran di muka, penjual bisa menggunakan uang tersebut untuk mempercepat perputaran modal bisnisnya.”
Adapun Voucher Toko adalah sebuah fitur yang memfasilitasi penjual membuat kode voucher promosinya sendiri, misalnya cashback atau potongan ongkos kirim, kepada calon pelanggan maupun pelanggan setia mereka di Tokopedia.
Garri Juanda, Associate VP Seller Experience Tokopedia mengatakan, “Dengan fitur ini, para penjual bisa menawarkan lebih banyak promosi khusus bagi pelanggan dan menjangkau pembeli yang masih di luar platform Tokopedia dengan cara menyebarkan voucher toko mereka di berbagai jejaring sosial, aplikasi chatting, bahkan mencantumkan kode voucher tokonya di flyers atau di depan kasir toko fisik mereka.”
Penjual yang mengajukan Saldo Prioritas bisa langsung mendapatkan 80 persen dana pembayaran di muka. Sisa dana akan diterima setelah pembeli mengonfirmasi penerimaan barang.
Para penjual yang membutuhkan arus kas lebih cepat mengaku terbantu dengan kehadiran fitur baru ini.
“Semenjak ada Saldo Prioritas, stok barang saya jadi ada terus. Sebelumnya, saya harus menunggu pembeli sampai konfirmasi pembayaran, baru saya bisa stok lagi. Menunggu pembeli konfirmasi pembayaran terkadang bisa memakan waktu lama, namun masalah tersebut sudah terpecahkan sejak ada Saldo Prioritas,” jelas Jajang, pemilik toko Taman Hijau Daun asal Jakarta, melalui keterangan resmi.
Baca Juga: Tokopedia Resmi Gunakan Ovo untuk Gantikan Tokocash
Sejak diluncurkan awal November 2018 lalu, Voucher Toko mendapatkan respon positif dari para penjual maupun pembeli di Tokopedia. Saat ini, sudah ada lebih dari 30.000 penjual yang memanfaatkan fitur ini sebagai sarana promosi, salah satunya Azi Fahrurozi, pemilik Zeitgeist Leather Store.
“Saya mencoba membuat banyak kode voucher promosi. Ternyata banyak pelanggan yang antusias datang berbelanja di toko saya karena tahu ada voucher yang saya buat itu,” kata Azi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Makin Sengit, Honor dan Redmi Bersaing Rilis HP Baterai Jumbo hingga 12.000 mAh
-
Motorola Razr Fold Segera ke Pasar Asia, Bawa RAM 12 GB dan 16 GB
-
6 HP Midrange Terbaru Gahar Bersiap ke Indonesia: RAM 12 GB, AnTuTu Tembus 3 Juta
-
Bocoran Assassin's Creed Invictus Dibantah Ubisoft: Drama Kebenaran di Era AI
-
Xiaomi Unggah Teaser Redmi S: Kasta Misterius, Setara POCO X Series?
-
7 HP Snapdragon Terbaru yang Masuk Indonesia 2026, Spek Premium dan Performa Ngebut
-
Shokz OpenFit Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Headphone Open-Ear Canggih dan Baterai 50 Jam
-
Fans Timnas Merapat Rizky Ridho Hadir di Game Total Football VNG
-
Viral Homeless Media Bantah Kolaborasi dengan Bakom RI Qodari: Narasi hingga Indozone Buka Suara
-
Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18 Persen, Indonesia Jadi Target Utama Hacker