Suara.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membagikan sejumlah tips untuk mendeteksi berita bohong atau hoaks, salah satunya mengecek tampilan berita untuk mengetahui keanehan atau kejanggalan yang terdapat dalam berita.
"Berita hoaks biasanya menggunakan bahasa yang provokatif memanfaatkan isu-isu yang sedang tren, isu SARA, tokoh-tokoh terkenal, instansi pemerintah maupun swasta," kata Ketua BSSN Djoko Setiadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Mengecek kesesuaian judul dan isi yang ditampilkan dalam berita pun perlu dilakukan karena pembuat berita hoaks terkadang menampilkan judul berita yang provokatif dan fenomenal, tetapi keseluruhan isi berita tidak mencerminkan judul yang ditampilkan.
Selanjutnya, untuk mendeteksi hoaks dapat dilakukan dengan mengecek sumber berita apakah berasal dari media yang terverifikasi Dewan Pers.
Apabila sumber berita berasal dari media daring yang belum terverifikasi Dewan Pers, terdapat kemungkinan berita yang ditampilkan berisi informasi hoaks.
Sementara berita yang didukung data dari media daring terverifikasi serta media sosial yang terpercaya dapat dikategorikan berita yang valid.
Selain media, pengecekan kredibilitas penulis juga dapat dilakukan, seperti mencari biografi dan riwayat penulisan serta keberpihakan penulis terhadap kelompok atau golongan tertentu.
"Berita bohong yang disebarkan biasanya tidak menyertakan tanggal kejadian atau tidak memiliki tanggal yang bisa diverifikasi oleh pembaca," jelas Djoko.
Terakhir yang dapat dilakukan adalah memverifikasi isi berita kepada pihak terkait, baik secara langsung maupun melalui media sosial yang digunakan untuk menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Hoaks Cerai Bikin Khawatir, Cita Citata dan Didi Mahardika Belum Berniat Tempuh Jalur Hukum
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk
-
Jateng Media Summit 2026 Dorong Pemda Perkuat Strategi Digital untuk Tangkal Hoaks
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Terkini
-
Gameplay Clutch Beredar: Grafis Menawan, Padukan Sensasi 3 Game Balap Ikonis
-
Oppo Reno 16 Pro Global Muncul di Geekbench, Usung Dimensity 8000 Series dan RAM 12 GB
-
Honor Siapkan HP Baru dengan Kecerahan 10.000 Nits, Lampaui Standar Industri
-
Tips Kamera Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G: Rahasia Foto Tajam dan Video Stabil
-
Xiaomi 18 Bocor Lebih Awal, Siap Tantang Galaxy dan iPhone di 2026
-
Apple Hentikan Dukungan 16 Perangkat Sekaligus, Cek Apakah Gadget Anda Terdampak
-
Terpopuler: Cara Beli Paket Piala Dunia 2026 di FolaPlay, Tablet Rp2 Jutaan Terbaik
-
197 Ponsel Dapat Diskon di PRJ 2026: HP Murah Rp400 ribu, Flagship Cuma Rp3 Jutaan
-
Adu Spek Samsung Galaxy A17 4G vs Infinix Hot 70: Pilih HP Murah yang Mana?
-
Viral Mahfud MD Ungkap Dadan BGN Pantas Dihukum Mati: Potong Tangan Terlalu Ringan