Suara.com - Sebuah pesawat Boeing 737 saat itu berada di ketinggian 10.000 kaki (3 km) dan segera melakukan pendaratan di Bandara Stansted di Essex, Inggris. Sang kapten melihat pesawat menyadari ada pesawat tak berawak (drone) yang berada di dekat area pesawatnya, melewati bagian kanan pesawat dengan jarak yang sangat dekat.
Dewan Airprox Inggris menilai, situasi ini sangat berisiko terjadinya tabrakan. Setelah insiden tersebut, dilakukan pengecekan terhadap kondisi pesawat dan tidak menemukan bukti adanya kontak atau kerusakan.
Tidak diketahui apakah Boeing 737 mengangkut penumpang atau kargo.
Namun,operator drone yang dipahami belum dilacak, diketahui telah melakukan pelanggaran terhadap Orde Navigasi Udara 2009, yang mengacu pada keselamatan penerbangan dari pesawat tanpa awak.
Peraturan tersebut menyebut bahwa drone tidak boleh diterbangkan di wilayah udara atau di atas 400 kaki (121 m) atau di sekitar bandara tanpa izin dari kontrol lalu lintas udara dan Otoritas Penerbangan Sipil (CAA).
The Airprox Board mengatakan bahwa pesawat tak berawak itu telah membahayakan pesawat lain.
"Ini benar-benar tidak dapat diterima untuk menerbangkan drone di dekat bandara dan siapa pun yang melanggar aturan dapat menghadapi hukuman berat termasuk penjara. Siapa pun yang mengoperasikan pesawat tak berawak harus bertanggung jawab dan mematuhi semua peraturan dan peraturan yang relevan. Aturan untuk drone terbang dirancang untuk menjaga agar semua pengguna ruang udara aman," jelas Seorang juru bicara CAA. [BBC]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan