Penelitian ini dimulai dengan pengamatan bahwa Anak Krakatau sebagian terbangun di atas dinding kawah yang curam akibat letusan Krakatau 1883. Karena itu kami bertanya pada diri sendiri, “bagaimana jika bagian dari gunung berapi ini runtuh ke laut?”
Untuk menjawab pertanyaan ini, kami secara numerik mensimulasikan destabilisasi sebagian besar gunung berapi Anak Krakatau ke arah barat daya secara tiba-tiba, dan selanjutnya pembentukan serta perambatan tsunami. Kami menunjukkan hasil yang memproyeksikan waktu kedatangan dan amplitudo gelombang yang dihasilkan, di Selat Sunda dan di pantai Jawa dan Sumatra.
Ketika memodelkan tsunami yang dipicu oleh tanah longsor, beberapa asumsi perlu dibuat mengenai volume dan bentuk tanah longsor, cara ia runtuh (dalam sekali ambrol versus dalam beberapa kegagalan), atau cara perambatannya. Dalam studi itu, kami membayangkan “suatu skenario kasus terburuk” dengan volume 0,28 kilometer kubik material vulkanik yang runtuh–setara dengan sekitar 270 bangunan Empire State New York.
Kami memperkirakan bahwa semua pantai di sekitar Selat Sunda berpotensi terkena gelombang lebih dari 1 meter kurang dari 1 jam setelah kejadian. Sayangnya, tampaknya temuan kami tidak jauh dari apa yang terjadi pada 22 Desember: Waktu kedatangan dan amplitudo gelombang yang teramati berada dalam kisaran simulasi kami, dan ahli kelautan Stephan Grilli dan rekannya memperkirakan bahwa 0,2 kilometer kubik tanah benar-benar runtuh.
Sejak tanah longsor terjadi itu, telah terjadi letusan Surtseyan terus menerus. Ini melibatkan interaksi eksplosif antara magma gunung berapi dan air di sekitarnya, yang membentuk kembali Anak Krakatau karena terus perlahan meluncur ke barat daya.
Indonesia tetap waspada. Para pejabat terus memperingatkan tentang potensi lebih banyak tsunami. Sementara menunggu, ada baiknya kembali merujuk ke riset yang telah melihat potensi bahaya yang disebabkan oleh gunung berapi.
Artikel ini sudah ditayangkan oleh The Conversation.
Berita Terkait
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Segini Tinggi Tsunami yang Mungkin Terjang Jepang Sore Ini
-
2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan