Suara.com - Para arkeolog atau peneliti sejarah kebudayaan material dibuat bingung dengan penemuan kepala tengkorak yang ada di bawah kaki. Mereka mencoba mencari tahu rahasia di balik situs berusia 1.700 tahun di Suffolk, Inggris ini.
Tak hanya satu, para peneliti bahkan menemukan banyak kerangka dengan posisi kepala tengkorak yang berbeda.
Tengkorak justru ''terpisah'' dan diletakkan di bawah kaki, punggung, dan bahkan jauh dari tubuh aslinya.
Penggalian tengkorak di Great Whelnetham memang hampir selesai dan mereka telah menemukan seluruh kerangka yang ada di sana.
Namun para peneliti masih ''belum selesai'' dalam menemukan alasan sebenarnya mengapa kerangka dimakamkan dengan posisi seperti itu.
Total, peneliti menemukan 52 kerangka di sebuah situs yang diyakini dari abad ke-4 M.
Proporsi kerangka tersebut sangat mengagetkan dan membingungkan peneliti karena 40 persen di antaranya tidak memiliki kepala.
Sementara 60 persen sisanya digolongkan sebagai ''menyimpang'' karena posisi kepala tidak sesuai dengan pemakaman pada umumnya.
Peneliti menjelaskan bahwa ''menyimpang'' dapat berarti bahwa penguburan itu tidak konsisten dengan praktik Romawi konvensional.
Baca Juga: Arkeolog Temukan Jejak Peradaban Nenek Moyang Indonesia di Maluku
Beberapa tengkorak ditemukan terselip di bawah kaki, beberapa ditempatkan di antara kaki, dan tengkorak lainnya ditemukan sendirian tanpa tubuh.
Peneliti memprediksi bahwa adanya keberadaan populasi tertentu dengan tradisi penguburan tertentu yang berbeda dengan era Romawi di Inggris.
Penelitian menemukan bahwa kerangka-kerangka tersebut bukan hasil dari eksekusi.
Kepala-kepala dengan hati-hati dilepaskan setelah individu meninggal dan dipotong tepat dari depan di belakang rahang.
''Ini bukan hasil dari eksekusi atau hukuman. Namun kita hanya bisa berspekulasi mengenai mengapa ritual ini terjadi,'' kata Andrew Peachey, pemimpin peneliti Archaeological Solutions dikutip dari Gizmodo.
Peneliti menjelaskan bahwa beberapa budaya asli Inggris memuliakan kepala sebagai bagian dari jiwa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bahlil Ngaku IPK Kuliahnya 2,75, Candaan soal Gelar Doktor Bikin Peserta Musda Tertawa
-
Beruang Liar Ngamuk di Muratara, Dua Petani Karet Diserang Berturut-turut
-
Yield SBN Naik hingga 7,14 Persen, Purbaya Salahkan Konflik Timur Tengah
-
Buka Kaca Mobil di Istana, PM Thailand Balas Sambutan Pelajar dengan Gestur Jari Cinta
-
Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi
-
15 Ide Lomba 17 Agustus yang Cocok untuk Semua Usia, Seru dan Tidak Membosankan
-
Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK