Suara.com - Sebuah video menampilkan kolaborasi polisi dan guru goyang India sukses menarik perhatian warganet di Twitter. Bahkan saking populernya, video ini hingga viral di Twitter.
Video kolaborasi polisi dan guru goyang India ini pertama kali diunggah oleh akun Twitter dengan username @MurtadhaOne pada Kamis (24/01/2019).
Baca Juga : Lagu ''Kuwa Kuwi'' Viral, Liriknya Bikin Ngakak dan Nostalgia Lagu Lama
Aksi kolaborasi polisi dan guru goyang India ini sukses buat gemas seluruh siswa sekolah tersebut.
''Viral!!! Aksi Kocak Pak Polisi dan Bu Guru Joget India'' tulis cuitan akun @MurtadhaOne.
Tidak diketahui lokasi sekolahan tempat kolaborasi antara polisi dan guru ini. Namun, dilihat dari seragam para siswa tersebut, sepertinya guru ini merupakan pengajar di sebuah Sekolah Menengah Atas.
Dengan lantunan lagu Bole Chudiyan yang jadi soundtrack film India, Kabhi Khushi Kabhie Gham, seorang polisi dan guru ini dengan sangat lentur menari selayaknya aktor dan aktris di film India.
Aksi petugas polisi yang bergoyang mengenakan seragamnya ini diimbangi dengan gerakan kompak dari seorang ibu guru yang mengenakan jilbab berwarna pink.
Baca Juga : Netizen Ini Bisa Memasak dan Setrika Sekaligus, Gimana Caranya?
Baca Juga: Pose ala Selebgram, Warganet Ini Bocorkan Rahasia Fotonya
Di lapangan sekolah tersebut, keduanya asik menari dan bergoyang dan terekam dalam video yang viral di Twitter tersebut.
Kolaborasi epic keduanya juga mendapat sorakan heboh dari para siswa yang menyaksikan aksi goyang India ini dari sekeliling lapangan.
Tidak hanya membuat heboh sekolah tersebut, rupanya aksi kolaborasi polisi dan guru ini juga menjadi viral di Twitter dan mendapat komentar beragam dari warganet.
Sejak pertama kali diunggah, video kolaborasi polisi dan guru goyang India ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 56 ribu kali dan mendapat 1.177 retweets. (HiTekno.com)
Berita Terkait
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN
-
Purbaya Siapkan Anggaran Rp 31 Triliun buat Angkat Guru PPPK Jadi PNS
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027
-
Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Legislator PDIP Minta Wilayah 3T dan NTT Jadi Prioritas
-
Pidato Prabowo Tak Beri Kepastian, 20 Ribu PPPK Paruh Waktu Siap Geruduk Istana
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla