Suara.com - Istilah kanibalisme kerap terjadi dalam sebuah industri. Juga dalam dunia modifikasi otomotif, di mana suku cadang atau spare part yang tidak ada digantikan fungsinya oleh perangkat yang senada. Nah, kondisi serupa tengah dialami oleh aplikasi navigasi Waze.
Aplikasi navigasi satu ini menjadi anak usaha milik Google yang melakukan akuisisi pada Juni 2013. Saat itu, raksasa teknologi yang berbasis di Amerika Serikat itu membeli Waze senilai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Sayangnya, keputusan untuk mengakuisisi Waze seakan menjadi bumerang untuk Google. Pasalnya, mereka sendiri sudah memiliki Google Maps yang sebetulnya lebih dikenal masyarakat luas.
Akibatnya, "pertarungan" antara Waze dan Google Maps pun tidak terelakkan. Hasilnya pun mudah ditebak: Maps secara perlahan "membunuh" Waze.
Mengutip dari Phone Arena pada Senin (28/1/2019), Google mulai menyematkan fitur bawaan Waze ke dalam Maps, termasuk pemberitahuan batas kecepatan pengguna saat berkendara. Bila Anda pengguna Waze, fitur ini tentu saja sudah ada sedari dulu.
Selain itu, fitur selanjutnya yang akan diberikan Google untuk Maps adalah pemandu arah yang disuarakan oleh selebriti atau pesohor lainnya. Ironisnya, fitur ini sebelumnya sudah dikenalkan oleh Waze. Di Indonesia sendiri, aktris Dian Sastrowardoyo sempat didaulat untuk memandu arah para pengguna Waze.
Seiring dengan banyaknya fitur Waze yang diduplikasi Google Maps, apakah ini menjadi sinyal untuk mematikan Waze?
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya