Suara.com - Blackberry menuntut Twitter telah melakukan pelanggaran atas paten yang mereka miliki. Buntut dari perseteruan ini pun masuk ke ranah hukum.
Secara global, Blackberry yang menyebut dirinya sebagai perintis dalam teknologi perpesanan seluler, menuduh Twitter telah melakukan pelanggaran.
Baca Juga : Diibaratkan Bubur Ayam, Ini Beda Instagram vs Twitter
Blackberry menuntut Twitter karena mereka telah menciptakan aplikasi perpesanan seluler yang meniru inovasi Blackberry.
Twitter dituduh oleh Blackberry karena telah melanggar enam paten milik perusahaannya.
Beberapa paten yang telah dilanggar oleh Twitter mencakup paten push notification, fitur silent notification untuk pesan yang datang, dan teknik periklanan mobile.
Ini berarti seperti kasus penuntutan yang terulang kembali. Pada Maret 2018, Facebook, bersama dengan anak perusahaannya yaitu Instagram dan WhatsApp, juga dituntut oleh Blackberry.
Di dalam pengadilan California, Amerika Serikat, saat itu Blackberry juga menuduh Facebook telah melanggar 7 paten milik mereka.
Baca Juga : Salah Satu Pendiri Twitter Hengkang, Ini Salam Perpisahannya
Baca Juga: Ikuti Tren, Blackberry Siapkan Ponsel Layar Lipat
Paten yang dilanggar mencakup fitur keamanan, fitur antarmuka, pembaruan status hemat daya, fitur perpesanan mobile pada game dan fitur silent notification.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada September 2018, Facebook menuntut balik Blackberry.
Mereka mengatakan bahwa Blackberry juga telah melanggar lima paten milik perusahaannya.
Dikutip dari TechCrunch, kedua gugatan tersebut diketahui masih dalam proses pengadilan.
Dengan adanya kasus Blackberry menuntut Twitter, sepertinya berkas kasus gugatan pengadilan dari Blackberry akan semakin banyak. (HiTekno.com)
Berita Terkait
-
Membaca Ulang Sejarah R.A. Kartini di Tengah Tren 'Unpopular Opinion'
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver
-
Baskara Mahendra Jadi Sasaran Hujatan KNetz, Warganet Tak Tinggal Diam
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
37 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 Mei 2026, Ada Hadiah OVR Tinggi hingga 119
-
XLSMART Genjot Smart City Berbasis AI dan IoT, Siap Diterapkan ke Seluruh Indonesia
-
HP Murah Terbaru Harga Cuma Sejutaan, Honor Play 70C Usung Desain Mirip iPhone 16 Pro
-
QRIS Indonesia - China Resmi Meluncur, Netzme Bikin UMKM Bisa Terima Alipay dan UnionPay
-
Sempat Menghilang 10 Tahun, Ubisoft Bangkitkan Kembali Game Perang RUSE
-
Laptop AI Asus 2026 Resmi Rilis di Indonesia, Zenbook DUO Layar Ganda hingga Vivobook Copilot+ PC
-
Ponsel Misterius Motorola Lolos Sertifikasi Komdigi, HP Lipat Gahar Razr Fold?
-
5 HP Murah Terlaris Global Q1 2026: Samsung Galaxy A Memimpin, Redmi Bersaing
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan