Suara.com - Kajian dalam Frontiers in Microbiology menyimpulkan bahwa stres yang dialami astronot akibat penerbangan luar angkasa dapat melemahkan sistem imunitas tubuh. Bahkan, membangkitkan lagi virus yang 'tertidur', seperti herpes.
"Aktifnya kembali virus laten selama penerbangan luar angkasa yang panjang dapat meningkatkan risiko medis selama misi-misi eksplorasi mendalam luar angkasa," ujar pemimpin penelitian Satish K. Mehta dari Laboratorium KBR Wyle di Pusat Luar Angkasa Johnson, Amerika Serikat, seperti dilansir dari Sputnik News, Rabu (20/3/2019).
Sebelum sampai pada kesimpulan tersebut, penelitian yang melibatkan lima peneliti Pusat Riset Badan Luar Angkasa Nasional AS (NASA) dan University of Colorado itu melakukan riset terhadap 89 astronot dan enam diantaranya positif terkena virus herpes.
"Hanya enam astronot yang memunculkan gejala-gejala tersebut karena aktivasi kembali (virus) yang menyebar luas dengan cepat," sambung Mehta.
Meskipun kebangkitan virus tersebut hanya dialami oleh sedikit responden, namun hal ini menjadi perhatian NASA untuk lebih memperhatikan kondisi psikis para astronotnya.
Pada riset tersebut, disebutkan pula perkiraan munculnya virus di tubuh astronot selepas kembali ke Bumi, yaitu sekitar satu bulan.
"Para astronot NASA berada pada kondisi mikro-gravitasi dan terpapar radiasi kosmik selama berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan, belum lagi kekuatan tekanan gravitasi ketika mereka lepas landas ataupun kembali memasuki Bumi," ujarnya.
Selain munculnya virus, Mehta juga mengatakan bahwa para astronot yang kembali ke Bumi setelah penerbangan antariksa kerap merasakan tekanan akibat pemisahan sosial karena harus menjalani karantina, hingga gangguan pada siklus tidur.
Imbasnya, rangkaian pemicu stres itu memaksa tubuh astronot untuk memproduksi hormon seperti kortisol dan adrenalin yang berperan penting dalam modulasi respons imunitas manusia.
"Virus-virus herpes telah berkembang dalam diri manusia selama ribuan tahun dan menggunakan strategi canggih untuk menghindari respons imun tubuh inang," tegas Mehta.
Baca Juga: Heboh, Warna Air Laut Ini Terbelah Dua
Berita Terkait
-
Falcon Heavy Segera Mengangkasa Lagi, Ini Tanggal Meluncurnya
-
Hari Perempuan Internasional, Dua Astronot Perempuan Akan Spacewalk
-
2019 Ini, Astronot Uni Emirat Arab Siap ke Luar Angkasa
-
Ide Gila Orang Terkaya di Dunia, Buat Pemukiman di Luar Angkasa!
-
Dalam Misi Ini, NASA Butuh Seseorang yang Lucu, Buat Apa?
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil