Suara.com - PT XL Axiata Tbk akan mengupayakan peningkatan pendapatan pada 2019 melalui kontribusi dari layanan data yang mulai menggantikan peran layanan dari suara maupun SMS.
"Kita akan fokus menciptakan cara baru dengan sentuhan yang kuat, produk yang inovatif dan penguatan jaringan untuk peningkatan pendapatan," kata Direktur Keuangan XL Axiata, Mohamed Adlan Bin Ahmad Tajudin.
Adlan menyakini, peningkatan kontribusi dari layanan data akan meningkat, karena saat ini penggunaan data sedang populer, untuk media sosial, streaming video dan musik serta permainan.
Hingga akhir 2018, kontribusi pendapatan data terhadap total pendapatan layanan telah mencapai 82 persen atau meningkat dari 69 persen pada 2017.
Pencapaian itu mendorong peningkatan laba bersih perusahaan sebelum dikurangi bunga utang, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) tahun 2018 sebesar dua persen dibandingkan periode tahun 2017.
Adlan mengharapkan, hingga akhir 2019, pendapatan XL Axiata bisa ditingkatkan minimal selaras bahkan di atas rata-rata industri. Oleh karena itu, XL Axiata akan mendorong tingkat penetrasi telepon pintar yang pada akhir 2018 telah mencapai 80 persen dari pelanggan.
"Kami akan berfokus mengakuisisi pelanggan 'smartphone' yang merupakan 'heavy user' layanan data, khususnya layanan data 4G," ujarnya.
Secara keseluruhan, XL Axiata mempunyai tiga agenda transformasi yang siap dilaksanakan pada 2019 untuk memperkuat pondasi di masa depan.
Pertama, membangun jaringan secara agresif di berbagai kawasan di luar Jawa, termasuk wilayah pelosok dan terluar dengan memanfaatkan jaringan Palapa Ring Barat dan Timur.
Baca Juga: XL Axiata Gelar Kabel Serat Optik Sepanjang 2.500 Km di 2019
XL Axiata juga memprioritaskan pembangunan jaringan 4G LTE dengan spesifikasi khusus sehingga dapat mendorong implementasi teknologi terbaru di masa depan termasuk pelayanan lalu lintas data yang tinggi.
Kedua, XL Axiata akan terus menghadirkan berbagai layanan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia untuk berbagai segmen, terutama streaming dan permainan.
Ketiga, melanjutkan inovasi bisnis berupa penciptaan layanan baru, yang saat ini masih diluar bisnis utama, namun mempunyai peluang besar untuk berkembang, guna memperkuat pijakan di masa depan.
Untuk kategori ini, perusahaan sudah memiliki layanan yang berbasis pada jaringan fiber, yaitu XL Home dan layanan bagi pelanggan korporasi, yaitu XL Business Solutions.
Guna mendukung berbagai layanan tersebut, XL Axiata akan melanjutkan upaya fiberisasi jaringan untuk implementasi 5G, termasuk pengembangan layanan Internet of Thing.
Sebelumnya, pada 2018, XL Axiata mencatatkan kinerja pendapatan sebesar Rp 23 triliun dengan belanja modal mencapai Rp 6,8 triliun dan jumlah Base Transceiver Station (BTS) sebanyak 118.600. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen
-
7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo
-
5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam
-
5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak
-
Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma
-
4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi
-
Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan