Suara.com - Buat penonton serial drama fiksi Game of Thrones, pasti tidak asing dengan senjata Dragonglass. Siapa sangka Dragonglass Game of Thrones ini ada di dunia nyata.
Dragonglass merupakan senjata rahasia karena merupakan benda langka yang dapat membunuh White Walkers di serial film Game of Thrones.
Baca Juga : Struktur Dinding Berusia 8 Ribu Tahun Ini Ungkap Kejayaan Suku Kuno
Benda tersebut seringkali diasosiasikan sebagai mitos karena hanya disebutkan di dalam film. Namun siapa sangka, Dragonglass juga ada di dunia nyata.
Sama-sama terbuat dari suhu yang sangat panas, Dragonglass Game of Thrones di dunia nyata dikenal sebagai senjata ampuh khusus kalangan elit.
Dragonglass di dunia nyata merupakan sebuah batu yang disebut obsidian. Lebih tepatnya, benda tersebut merupakan kaca vulkanik yang terbentuk sebagai batu apung ekstrusif.
Baca Juga : Rekonstruksi Ulang, Ini Rupa Bangunan Kuno Romawi Dulu dan Sekarang
Obsidian terbentuk dari lava felsik yang mendingin dengan cepat tanpa pertumbuhan kristal. Lava felsik terkenal kaya akan unsur yang membentuk feldspar dan kuarsa.
Biasanya, sebuah suku kuno akan dianggap kaya apabila mereka memiliki senjata yang anak panahnya terbuat dari obsidian.
Baca Juga: Game of Thrones Musim 8 Bikin Gempar Jagat Dunia Maya
Benda tersebut sangat langka pada ribuan tahun lalu dan dianggap sebagai senjata khusus prajurit atau bangsawan elit.
Baca Juga : Suku Kuno Ini Membantai 137 Anak Untuk Ritual, Pengorbanan Massal Terbesar
Bahkan, penelitian di awal tahun 2019, ilmuwan telah menemukan Jalan Es Kuno, di mana manusia berdagang obsidian ke Kutub Utara.
Pengrajin telah menggunakan obsidian untuk membuat perhiasan Jet Black setidaknya selama 10 ribu tahun.
Perhiasan Jet Black juga dapat ditemukan hingga sekarang dengan harga yang lebih terjangkau, dari ratusan ribu hingga jutaan di toko online Amazon.
Dengan obsidian juga, bangsa Mesoamerika membuat senjata unik yang disebut "Macuahuitl".
Berita Terkait
-
Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan
-
Buntut Tragedi 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Materi Militer dan Senjata di Program SPPI
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir
-
Polisi Bongkar Bisnis Ilegal Airgun di Tanjung Priok, Pria 28 Tahun Ditangkap
-
Pura-pura Jadi Pembeli! Polisi Ciduk Pengedar 15 Airsoft Gun yang Dijual via WhatsApp
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja
-
Warnanya Merah Merona, Ini Penampakan Rumah Masa Kecil Etik Suryani yang Digeledah KPK
-
Ditanya soal Emas 74 Kg di Rumah Jampidsus, Bos BCA: Nggak Salah, Kurang Pintar Aja
-
Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Akhiri Puasa Juara?
-
Budget Rp20 Ribuan? 4 Tone Up Cream Tranexamic Acid Bikin Glowing dan Sehat
-
Bupati Pekalongan Non-Aktif Fadia Arafiq Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang Pekan Depan
-
7 Rekomendasi Sunscreen Jepang Terbaik sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
-
Sempat Sebut Febrie Adriansyah Saksi, Kejagung Dikritik Tak Profesional Tangani Kasus Korupsi
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur