-
Iran mengklaim memiliki teknologi senjata canggih buatan dalam negeri yang belum pernah diuji coba.
-
Pentagon telah merampungkan daftar target serangan di Iran menunggu perintah Presiden Donald Trump.
-
Militer Teheran menegaskan tidak akan menahan diri dalam membela kedaulatan negara dari agresi.
Suara.com - Iran kini tidak lagi memilih opsi menahan diri dan siap memicu peta perang baru di Timur Tengah.
Negara para mullah ini mengklaim telah menyiagakan barisan senjata baru mutakhir yang masih dirahasiakan dari publik global.
Langkah ekstrem tersebut menjadi sinyalemen bahwa poros pertahanan Teheran siap beradu kekuatan secara terbuka melawan penetrasi militer Washington.
Opsi militer ini mencuat tak lama setelah intelijen membocorkan pergerakan strategis dari markas besar angkatan bersenjata Amerika Serikat.
Pentagon dilaporkan telah merampungkan cetak biru yang berisi daftar target potensial di dalam wilayah kedaulatan Teheran.
Presiden AS Donald Trump disinyalir hanya tinggal memberikan instruksi final untuk memulai kampanye militer tersebut keesokan harinya.
Kendati demikian, gertakan dari Gedung Putih tersebut justru direspons dengan kepalan tangan yang lebih kokoh oleh pihak militer setempat.
Mereka memastikan bahwa seluruh infrastruktur tempur yang dimiliki saat ini berada dalam status siaga satu.
"Kami telah memproduksi senjata canggih di dalam negeri yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji coba," kata sumber Iran tersebut dikutip dari RIA Novosti.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
Pernyataan ini menegaskan bahwa ada lompatan teknologi militer teranyar yang sengaja disimpan untuk momentum krusial.
Kemandirian industri pertahanan lokal kini menjadi kartu truf utama bagi Teheran dalam menghadapi potensi kepungan kekuatan udara asing.
Mereka mengklaim tidak memiliki ketergantungan logistik yang bisa melumpuhkan daya pukul pasukan saat pertempuran pecah.
"Dalam hal peralatan dan kemampuan pertahanan, kami tidak kekurangan apa pun yang akan menghalangi kami untuk membela negara kami. Kali ini, kami tidak berniat untuk menahan diri," kata sumber tersebut.
Ketegasan ini sekaligus mengirim pesan psikologis bahwa doktrin pertahanan konvensional mereka telah bergeser menjadi ofensif.
Potensi benturan jilid baru ini diprediksi bakal melumpuhkan koridor pasokan energi global jika tidak diredam secepatnya.
Ketegangan antara dua kekuatan ini sebenarnya telah berakar panjang dari rentetan kegagalan diplomasi nuklir dan sanksi ekonomi.
Hubungan bilateral kian memburuk setelah Amerika Serikat secara konsisten memperkuat sokongan militer bagi sekutu utamanya di kawasan tersebut, termasuk Israel.
Di sisi lain, pergerakan Pentagon yang menyusun target serangan menunjukkan bahwa diplomasi preventif di antara kedua belah pihak sudah berada di titik nadir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta
-
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
-
Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal
-
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia
-
Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura
-
Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE
-
Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!