Suara.com - Sony, pada Jumat (26/4/2019), menghadirkan kamera aksi Sony RX0 II, yang diklaim menjadi kamera ringkas premium paling kecil dan paling ringan di dunia. Dengan ukuran dan kemampuannya, Sony RX0 II disebut cocok untuk para video blogger yang gemar bertualang.
Kamera dengan model DSC-RX0M2 ini masih mengikuti pendahulunya Sony RX0, yang terkenal memiliki fitur anti air, anti debu, anti guncangan, anti tekanan, dan sangat ringkas.
Tetapi model Sony RX0 II sudah dilengkapi kemampuan perekaman video internal 4K, layar LCD yang dapat ditekuk hingga 180 derajat ke atas dan 90 derajat ke bawah, dan dapat berfungsi di dalam air hingga kedalaman 10 meter
"RX0 II adalah kamera ideal untuk tipe perjalanan apa pun dan akan bekerja dengan baik sebagai kamera foto maupun video untuk pengambilan foto dan vlog yang sangat luas," kata President Director Sony Indonesia, Kazuteru Makiyama, di Jakarta, Jumat (26/4/2019).
Kamera RX0 II hadir dengan ukuran 59 mm x 40,5 mm x 35 mm dan berat hanya 132 gram. Mendukung perekaman video internal berkualitas 30p 4K dengan pixel readout penuh dan tanpa pixel binning untuk mengumpulkan sekitar 1,7 kali jumlah data yang dibutuhkan untuk video 4K.
Di dalam inti kamera ini terdapat sensor gambar bertumpuk tipe 1.0 sebesar 15,3 MP Exmor RS serta mesin prosesor gambar BIONZ X yang mampu memberikan reproduksi warna yang telah diperkaya.
Dilengkapi dengan sensitivitas luas yaitu ISO 8011-12800, kamera ini juga memiliki lensa wide-angle fixed ZEISS Tessar T 24 mm dengan bukaan F4.0 yang memiliki jarak fokus minimal yang telah diperpendek menjadi 20 cm.
Fitur film tambahan pada kamera RX0 II mencakup perekaman video Super Slow Motion hingga 1000 fps, hasil 4K HDMI yang tidak terkompresi, dan perekaman film proxy dalam waktu bersamaan.
Selain itu, Sony juga memperkenalkan stabilisasi elektronik in-body untuk pengambilan video yang stabil meskipin video diambil saat kamera digenggam. Video juga dapat diekspor ke smartphone dengan menggunakan aplikasi Movie Edit add-on.
Kamera ini juga mengedepankan Anti-distortion Shutter hingga 1/32000 detik dan dapat mengambil gambar hingga 16 fps. Sementara itu, teknologi Eye AF milik Sony juga telah diperbarui untuk membuat perangkat lebih mudah mengambil foto.
Kamera Sony RX0 II baru akan tersedia di Indonesia pada akhir Mei mendatang dan dibanderol dengan harga Rp 10 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
8 Rekomendasi Laptp Murah RAM Besar di Bawah Rp 10 Juta, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik Mulai Berlaku, XLSMART Ungkap Nasib Pelanggan Lama
-
XLSMART dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Siapkan 1 Juta Talenta Digital dan 1.000 Peluang Kerja
-
Sony Berhenti Produksi Game Fisik PlayStation mulai 2028, Hanya Digital Saja!
-
3 Pilihan HP Samsung 3 Kamera Belakang Termurah, Hasil Foto Tajam dan Performa Kencang
-
Indosat dan Arsari Bangun Tulang Punggung Internet Indonesia, Kelola Fiber 86.000 Km
-
Lenovo Rilis Edisi Khusus FIFA World Cup 2026 untuk Yoga, Legion, dan Legion Tab Terbatas!
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D