Suara.com - Islamic Science Research Network (ISRN) mengklaim bahwa waktu Isya di Indonesia terlambat rata-rata 18 sampai 19 menit dari yang seharusnya, padahal waktu Isya adalah saat dimulainya salat tarawih di bulan Ramadan.
"Koreksi yang kami kemukakan adalah hasil riset saintifik menggunakan alat Sky Quality Meter (SQM), pengukur kecerlangan benda langit serta kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) untuk memverifikasi," kata Ketua ISRN Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Prof Tono Saksono dalam wawancara di Jakarta, Rabu (8/4/2019).
Sebelumnya, pakar astronomi ini juga telah mengoreksi masuknya waktu Subuh di Indonesia yang selama ini terlalu cepat sepanjang rata-rata 26 menit, padahal waktu Subuh adalah waktu dimulainya berpuasa Ramadan.
"Kami sudah punya sekitar 220 hari pengamatan untuk Subuh dan 160 hari pengamatan waktu Isya dari 20-an dan belasan lokasi pengamatan sejak 2,5 tahun lalu," katanya.
Lokasi-lokasi tersebut tersebar yakni Medan di Sumatera Utara, Padang dan Batusangkar di Sumatera Barat, Jakarta (3), Cirebon di Jawa Barat, Yogyakarta, Balikpapan di Kalimantan Timur, Bitung di Sulawesi Utara, Labuanbajo di Nusa Tenggara Timur, dan Manokwari di Papua Barat.
"Karena itu, kajian soal ini di Indonesia sudah kami anggap final sebab angkanya sudah stabil, baik pakai data 28 hari, 40, 70, 100, hingga 220 hari, hasilnya sudah stabil. Begitu juga waktu Isya," kata Ketua Himpunan Ilmuwan Muhammadiyah (HIM) itu.
Hasilnya, ujar dia, memang secara meyakinkan menyimpulkan bahwa subuh di Indonesia seharusnya terjadi saat matahari di sudut sun depression angle (dip - matahari di bawah ufuk) -13,4 derajat, sedangkan Isya seharusnya telah masuk saat matahari ada pada dip -11,5 derajat.
"Selama ini masih menggunakan pedoman besaran -20 derajat dan -18 derajat, metode yang dipakai di Mesir pada masa lalu yang dibawa ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, namun belum dikoreksi karena tidak adanya peralatan yang memadai," katanya.
Jadwal salat atau jadwal Imsakiyah Ramadhan 2019 yang dikeluarkan Kementerian Agama, menurut dia, juga belum dikoreksi dan tetap menggunakan metode masa lalu, di mana peralatan secanggih saat ini belum tersedia dan masih mengandalkan pengamatan dengan mata telanjang.
Contoh perbedaan waktu misalnya jadwal imsakiyah Ramadan di Jakarta untuk Rabu (8/5/2019), Kemenag menyebut Subuh dimulai pukul 4.35 WIB dan Isya 19.00 WIB, sementara ISRN Uhamka menetapkan Subuh pada pukul 5.00.59 WIB dan Isya 18.37.19 WIB.
Namun demikian berbeda dengan waktu Subuh dan Isya yang terkait erat dengan saat-saat kritis "sun depression angle", untuk waktu Dzuhur Ashar dan Maghrib, menurut Tono Saksono, tidak perlu dikoreksi lagi.
Pihaknya telah membawa soal ini ke Kementerian Agama dan sudah dipertimbangkan namun belum ada kelanjutan berupa ketetapan. [Antara]
Berita Terkait
-
Tentara Israel Larang Azan Subuh di Betlehem, Usir Paksa Jemaah Masjid Desa Husan
-
Robi Syianturi Sabet Juara 1 Jakim 2026 Meski Sempat Berhenti saat Race untuk Sholat Subuh
-
Di Antara Dingin, Doa, dan Cahaya Subuh Al-Aqsa
-
Pengamat Uhamka Nilai Indonesia Terancam Terjebak Invisible Trap di Tengah Konflik Iran-AS
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan
-
Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya
-
Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya