Suara.com - Instagram mengungkapkan sedang menguji coba apa yang akan terjadi tanpa jumlah Like di sebelah setiap postingan. Pembaruan ini adalah terdapat Instagram 2.0. Para warganet di dunia maya memikirkan dampaknya terhadap keberadaan influencer.
Agensi PR dan pakar media sosial yang berbasis di Oxford, The Atticism, mengatakan kepada Metro bahwa karya sebenarya ada di dalam postingan. Perubahan dari Instagram ini hanyalah bagian dari perubahan yang lebih luas dalam permainan media sosial.
"Media sosial seperti yang kita tahu sedang sekarat. Menurut putri saya (berusia 17 dan 15 tahun) dan teman-teman mereka, Instagram dan Facebook 'lumpuh.' Statistik menunjukkan bahwa banyak generasi muda meninggalkan platform sepenuhnya," jelas Direktur The Atticism, Renae Smith.
"Sebagai agen, kami tidak bisa terus bekerja dengan cara yang selalu kami miliki dan mengharapkan klien kami untuk mencapai hasil yang sama," katanya.
Dia menjabarkan bahwa konsumen mengalami kurangnya kepercayaan dan terlalu banyak pemasar yang bersaing untuk mendapatkan perhatian mereka. Masa depan media sosial perlu diubah menjadi strategi yang didorong oleh konten yang menawarkan koneksi asli antara merek dan konsumen mereka.
Agensi mengatakan sikap barunya berasal dari statistik yang diterbitkan oleh laporan Trust Insights ke dalam keterlibatan merek di Instagram. Mempertimbangkan bahwa bermitra dengan merek adalah cara influencer memperoleh penghasilan, itu membuat bacaan yang menarik. The Atticism mengatakan bahwa itu tidak bekerja dengan influencer selama 18 bulan terakhir.
"Kami memiliki begitu banyak klien yang mengejar Like dan Following tanpa benar-benar memahami tujuan akhir," kata Renae.
Pada dasarnya, dia menuturkan, mengumpulkan Like tidak berpengaruh dan hal ini terus diberikan pengertian kepada mereka.
"Kecuali jika seseorang benar-benar memengaruhi suatu industri, subjek, atau sekelompok orang, mereka tidak memiliki alasan untuk disebut sebagai influencer," ujarnya lagi.
Baca Juga: Google dan Facebook Diam-diam Pantau Penikmat Situs Porno
Namun, tidak semua orang yakin tentang hal ini. Beberapa berpendapat bahwa itu hanya mengubah sedikit.
Alih-alih nama-nama besar mengumpulkan banyak Followers dan Like, serta akan melihat munculnya nano influncer. Artinya, seseorang dengan jumlah Followers yang sangat banyak.
"Sebuah Nano Influencer memiliki 100+ pengikut di media sosial. Kicker baru-baru ini telah mengungkapkan bahwa Anda dapat menjadi lebih efektif dalam mempromosikan merek, sebagai nano-influencer, daripada selebriti dalam kategori mega influencer mereka," tulis konsultan manajemen yang berbasis di Afrika Selatan, JA Culture.
Sedangkan, Taylor Lorenz, seorang penulis seputar budaya internet dan sosial media, menunjukkan bahwa Instagram tidak akan melakukan apa pun yang mengganggu keterlibatan.
"Menghapus Like tidak akan mengubah platform secara mendasar," katanya kepada Metro.co.uk.
Fitur yang paling banyak digunakan di Instagram.
Di dunia influencer, hampir tidak ada yang mengandalkan publik yang dihitung sebagai metrik. Ini adalah metrik yang benar-benar ketinggalan zaman.
Berita Terkait
-
Instagram Sembunyikan 'Like', Bagaimana Fitur Ini Bikin Ketagihan Pengguna?
-
Instagram Hilangkan Fitur yang Paling Bikin 'Nagih', Gimana Hasilnya?
-
Instagram Gunakan AI, Warganet Nggak Bisa Komentar Julid
-
3 Fakta Rodri Hernandez, Pemain Termahal Man City yang Tak Punya Instagram
-
Update! Stiker Instagram Ini Bisa Ajak Pengguna Ngobrol Bareng
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen