Suara.com - Teknologi 5G telah diaktifkan di enam kota besar di Inggris sejak Mei 2019. Diduga, penerapan jaringan telekomunikasi generasi kelima itu diduga mempengaruhi kesehatan manusia.
Pasalnya, jaringan 5G mengandalkan sinyal yang dikirimkan melalui gelombang radio. Gelombang radio sendiri berasal dari radiasi elektromagnetik dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) bertemu dengan gelombang audio.
Di sisi lain, jaringan 5G mendorong penggunanya untuk memanfaatkan teknologi ini dalam mengakses beberapa perangkat elektronik, juga memiliki gelombang radio, misalnya streaming video di TV atau ponsel, atau bermain game berlama-lama.
Padahal, penggunaan gelombang radio dalam waktu yang panjang berpotensi merusak kesehatan, termasuk meningkatkan risiko terkena kanker.
Pada 2014, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada efek kesehatan yang dirugikan akibat penggunaan ponsel. Namun saat WHO bekerja sama dengan Agensi Internasional untuk Riset Kanker (IARC), mereka mengklarifikasi bahwa semua radiasi frekuensi radio (termasuk sinyal seluler) mempunyai kemungkinan karsinogenik (zat pemicu kanker).
Bahkan pada 2018, Departemen Kesehatan Amerika Serikat merilis sebuah laporan toksikologi (pemahaman mengenai pengaruh bahan kimia yang merugikan makhluk hidup), berupa pemaparan hasil penelitian tentang tikus dengan kanker di jantungnya akibat terpapar radiasi frekuensi tingkat tinggi.
Meski beberapa penelitian membenarkan adanya potensi kanker karena jaringan seluler, namun tidak sedikit ilmuwan yang menyanggah pandangan ini.
"Gelombang radio yang digunakan untuk jaringan ponsel adalah non-ionisasi penyebab kerusakan sel. Orang-orang sangat khawatir apakah itu bisa meningkatkan risiko kanker, namun perlu diperhatikan bahwa belum ada bukti yang bisa dipercaya bahwa ponsel atau jaringan nirkabel telah menyebabkan masalah bagi kita," ujar David Robert Grimes, fisikawan sekaligus peneliti kanker seperti dikutip dari BBC.
Sedangkan dalam pernyataan terakhirnya, WHO menanggapi bahwa dalam pemasangan jaringan 5G, perusahaan penyedia jaringan ini terlebih dahulu harus mendapatkan standar dari Badan Perlindugan Radiasi Non-Ionisasi (ICNIRP).
Baca Juga: Mobil Listrik di GIIAS 2019, Ini Kategori yang Tepat Bagi Indonesia
"Rentang frekuensi 5G telah dipertimbangkan secara mendalam oleh ICNIRP dengan level frekuensi jauh dibatas standar, sehingga tidak memiliki konsekuensi yang berpengaruh pada kesehatan," tandas juru bicara WHO.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118