Program pengelola kata sandi dapat membantu kita membuat dan mengingat kata sandi yang kompleks, serta aman.
3. Aktifkan sistem otentikasi yang melibatkan banyak pihak
Seringkali, untuk masuk ke suatu situs, pengguna diminta untuk tidak hanya menggunakan kata sandi yang kuat, tapi juga mengetik kode terpisah yang diterima dari aplikasi berbeda, SMS, atau email.
Ini adalah langkah ekstra yang juga masih belum sempurna, namun sistem otentikasi yang dilakukan beberapa tahap ini mempersulit peretas untuk masuk ke akun kita.
Bila memungkinkan, aktifkan sistem otentikasi ini terutama untuk masuk ke rekening bank dan akses kartu kredit. Dapat dipertimbangkan pula penggunaan kunci digital fisik yang dapat terhubung dengan komputer kita atau ponsel sebagai perlindungan yang tingkatnya lebih tinggi.
4. Enkripsi dan buat cadangan data penting
Bila memungkinkan, enkripsi data yang disimpan di ponsel pintar dan komputer. Jika seorang peretas menyalin file yang dienkripsi, maka dia hanya akan melihat kombinasi huruf-huruf tidak bermakna, alih-alih, misalnya, daftar alamat dan catatan keuangan kita.
Ini dapat dilakukan dengan menginstal perangkat lunak atau mengubah pengaturan sistem. Beberapa produsen melakukan ini secara otomatis untuk membantu meningkatkan keamanan.
Untuk data yang penting, seperti informasi medis, atau data tak tergantikan, seperti foto keluarga, penting untuk menyimpan salinannya. Cadangan ini idealnya juga harus digandakan: satu disimpan secara lokal di perangkat keras eksternal yang hanya terhubung secara berkala ke komputer utama, dan satu lagi secara remote, seperti di sistem penyimpanan cloud.
Baca Juga: Awas! Pekerja Lepas Bisa Jadi Sasaran Empuk Kejahatan Siber
5. Hati-hati ketika menggunakan Wi-Fi publik
Saat menggunakan Wi-Fi publik, siapa pun yang terhubung ke jaringan yang sama dapat “melihat” apa yang dikirim dan diterima komputer kita di internet. Kita dapat menggunakan browser gratis seperti Tor, yang awalnya dikembangkan untuk menyediakan komunikasi yang aman untuk Angkatan Laut AS, untuk mengenkripsi lalu lintas kita dan menyamarkan apa yang kita lakukan online.
Kita juga dapat menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk mengenkripsi semua lalu lintas internet di browse–termasuk file seperti musik Spotify atau video di aplikasi Netflix–untuk mempersulit peretas, atau bahkan pengguna biasa, untuk memata-matai. Ada berbagai pilihan VPN yang gratis dan berbayar.
Singkatnya: hati-hati, proaktif, dan cari tahu terus
Tentu saja ada lebih banyak cara yang dapat dilakukan seseorang atau organisasi untuk melindungi data pribadi. Mesin pencari seperti DuckDuckGo tidak melacak pengguna atau pencarian mereka. Perangkat lunak Firewall yang ada pada Windows dan Mac OS dapat membantu menghentikan virus yang masuk ke dalam sistem.
Ada banyak tempat untuk belajar lebih banyak tentang keamanan dunia maya, termasuk beberapa podcasts yang sangat bagus
Tidak ada orang, organisasi, atau komputer yang aman 100%. Peretas yang sabar, punya uang, dan punya keterampilan bisa masuk bahkan ke sistem yang paling aman.
Akan tetapi dengan mengambil langkah-langkah ini, kita dapat memperkecil kemungkinan menjadi korban, dan dalam prosesnya membantu meningkatkan tingkat keamanan dunia maya di komunitas kita, sehingga semua orang lebih aman baik di dunia online maupun offline.
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di The Conversation Indonesia.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand
-
ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam
-
Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun
-
Tak Cuma soal Teknologi, Kesadaran Pengguna Juga Jadi Kunci Keamanan Aset Kripto
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Guru PPPK Jadi PNS 2027 Apakah Harus Lewat Seleksi? Ini Penjelasannya
-
Sengketa Lahan di Rohul Memanas, Warga Sebut Perusahaan Perkeruh Keadaan
-
Lagi Panas Perang Iran, Donald Trump Dikabarkan Mau Bertemu Kim Jong Un
-
Harga Emas Antam Ambruk Rp50.000, Buyback Ikut Terjun
-
3 Serum Vitamin C Brand Korea Terbaik Bikin Kulit Glowing Berdasarkan Review Asli
-
RI Sayangkan Negara Maju Kurang Serius Benahi Emisi Global
-
Buku The Baby Who Stayed Awake Forever, Ketika Bayi Menolak Tidur Semalaman
-
Pentagon Mau Tarik Pasukan AS dari Wilayah Timteng yang Diserang Iran, Nyerah?
-
Kebijakan Baru Pemkot Makassar Bikin Pusing Pemulung dan Pengangkut Sampah
-
5 Rekomendasi Rice Cooker 5 Liter Murah dan Low Watt, Pilihan Cerdas untuk Keluarga