Suara.com - Dinginnya salju berwarna putih ini terlihat sangat lembut, tetapi nyatanya setiap partikel kepingan salju (snowflakes) mempunyai pola yang cantik luar biasa jika diperbesar menggunakan mikroskop.
Sebuah fanspage akun Twitter khusus sains, @ZonePhysics, membagikan video unik yang menampilkan proses setetes air menjadi kepingan salju yang sangat cantik.
Video yang diunggah berhasil viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 9 ribu Retweet dan 32 ribu Like.
Di dalam video memperlihatkan bagaimana setetes air yang perlahan menjadi partikel kepingan salju dalam waktu 20 detik.
Ternyata, terdapat penjelasan ilmiah mengenai proses alami bagaimana setetes air menjadi partikel salju dengan pola cantik.
Dikutip dari situs resmi NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), partikel kepingan salju mulai terbentuk ketika tetesan air yang sangat dingin membeku di atas serbuk sari atau pertikel debu di langit.
Proses tersebut bisa menciptakan kristal es.
Saat kristal es jatuh ke tanah, uap air membeku menuju ke kristal utama dan membentuk kristal baru, partikel enam lengan yang sangat cantik.
Suhu di mana kristal es terbentuk menentukan pola partikel kepingan salju.
Baca Juga: Unik, Salju Warna Pink Bisa Ditemukan di Taman Nasional Ini
Kristal enam lengan dengan pola jarum runcing biasanya terbentuk pada suhu 23 derajat Fahrenheit atau -5 derajat Celcius.
Kristal seperti pelat sangat datar bisa terbentuk pada suhu 5 derajat Fahrenheit atau -15 derajat Celcius.
Bentuk rumit dari satu lengan kepingan salju juga ditentukan oleh kondisi atmosfer yang dialami oleh seluruh kristal es saat jatuh.
Meskipun bentuk enam sisi selalu dipertahankan kristal es (dan enam lengannya) dapat bercabang ke arah yang baru.
Karena setiap lengan mengalami kondisi atmosfer yang sama, lengan tersebut sering terlihat identik.
Berita Terkait
-
Aneka Kue Kering Mulai Diburu Warga di Pasar Jatinegara
-
Amerika Serikat Membeku, 17 Negara Bagian Tetapkan Status Darurat
-
Amukan Badai Salju di New York: 10 Nyawa Melayang, Kota Berstatus Kode Biru
-
Arab Saudi Turun Salju, Sikap Warganya Tuai Sorotan
-
Sensasi Musim Dingin di Jakarta! IDD Sulap Liburan Akhir Tahun dengan Salju dan Pohon Natal Raksasa
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah