News / Nasional
Rabu, 28 Januari 2026 | 11:34 WIB
Ilustrasi badai salju. (ANTARA/Okan Tanis via Reuters/as)
Baca 10 detik
  • Sedikitnya 10 orang meninggal di Kota New York akibat badai musim dingin ekstrem, dikonfirmasi Wali Kota pada Selasa (27/1).
  • Pemerintah Kota New York mengaktifkan status darurat "Kode Biru" untuk mobilisasi sumber daya perlindungan warga rentan.
  • Secara keseluruhan, badai salju di Amerika Serikat telah menyebabkan sedikitnya 26 korban jiwa di berbagai negara bagian.

Suara.com - Cuaca ekstrem yang menerjang Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir mulai memakan korban jiwa di titik-titik krusial. Di Kota New York, sedikitnya 10 orang dilaporkan meninggal dunia akibat hantaman badai musim dingin yang membekukan tersebut.

Wali Kota Zohran Mamdani mengonfirmasi kabar duka ini pada Selasa (27/1). Ia menyebutkan bahwa para korban ditemukan di area terbuka di tengah suhu yang anjlok drastis.

"Sedikitnya 10 warga New York telah kehilangan nyawa mereka secara tragis usai ditemukan di luar ruangan," kata Mamdani kepada wartawan.

Meski indikasi mengarah pada cuaca dingin ekstrem, otoritas setempat masih melakukan investigasi mendalam terkait penyebab pasti kematian para korban. Menurut Mamdani, pihaknya belum bisa memastikan apakah seluruh kasus tersebut berkaitan langsung dengan hipotermia.

Status 'Kode Biru' dan Langkah Darurat

Menghadapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kota New York kini menetapkan status "Kode Biru". Status ini merupakan peringatan darurat yang memicu mobilisasi sumber daya besar-besaran untuk melindungi warga yang rentan, terutama tunawisma.

"Kota New York masih berstatus kode biru, yang artinya kami meningkatkan upaya penjangkauan, melakukan pemeriksaan sepanjang waktu, dan melonggarkan prosedur penerimaan penampungan guna menampung sebanyak mungkin warga New York," tegas Mamdani.

Sebagai langkah nyata, Mamdani menambahkan bahwa pihaknya telah menempatkan sedikitnya 170 tunawisma ke sejumlah pengungsian demi memastikan mereka mendapatkan perlindungan dari suhu yang mematikan. Sang Wali Kota juga mendesak seluruh warga untuk saling menjaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tetangga di sekitar mereka.

Duka Nasional di Seluruh AS

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Masih Ungguli Dolar AS, Ditutup ke Level Rp 16.782/USD

Krisis ini tidak hanya terjadi di New York. Secara nasional, badai salju tahun ini telah menyebabkan kelumpuhan di berbagai negara bagian. Melansir laporan New York Post pada Senin (26/1), total korban tewas akibat cuaca ekstrem ini telah mencapai sedikitnya 26 jiwa di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Warga diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan jika tidak memiliki kepentingan mendesak, mengingat kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi dalam beberapa hari ke depan. (Antara)

Load More