Suara.com - Baru-baru ini sebuah video viral di Twitter memperlihatkan seorang siswa yang ngamuk di sekolah usai smartphone miliknya disita. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, siswa ini ancam guru pakai sajam atau senjata tajam berupa sabit.
Video viral ini diunggah oleh @PenjahatGunung pada Selasa (10/9/2019) lalu. Langsung mencuri perhatian, video ini bahkan sudah ditonton oleh lebih dari 150 ribu pengguna media sosial tersebut.
Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, seorang siswa mendatangi gurunya yang berada di sekolah sambil tangan kanannya memegang sebuah sajam berupa sabit.
Dari depan sekolah, siswa laki-laki ini berteriak ke arah ruang guru tempat gurunya berkumpul. Dirinya menuntut agar smartphone miliknya yang disita segera dikembalikan.
''Minta balikin hape'' ucapnya sambil berjalan mendekati sekolah tersebut.
Entah karena alasan apa sehingga smartphone milik siswa ini harus disita oleh si guru. Namun, cukup ketakutan dengan ancaman siswa ini, sang guru langsung mengembalikan smartphone tersebut dan meminta agar siswa ini tidak lagi melanjutkan sekolah di lokasi itu.
''Nyoh, saya kembalikan. Pulang, lalu pindah sekolah, nggak usah sekolah di sini'' ucap guru tersebut.
Video-nya viral di Twitter, banyak yang lalu menyayangkan aksi siswa yang ngamuk hingga ancam guru pakai sajam ini.
''Serem banget bocah jaman sekarang'' tulis akun @hidayatwahyu11.
Baca Juga: Tega, Ibu Ini Jual Anak Kembarnya Demi Beli Smartphone Baru
''Oh, dipikir hebat. Masih kecil, ngelarin masalah bukannya dengan cara baik-baik. Malah balik marah pake nantang segala. Dari kecil kelakuan udah kayak gitu, terus gedenya mau jadi apa? Tukang palak? Begal? Kamu itu salah. Masa anak cowo ngga ada tanggung jawabnya sama sekali'' komentar akun @RoffiatulAziiza.
''Mau jadi apa kayak gitu ckck'' ungkap akun @saraswtt.
Hingga artikel ini dibuat, tidak diketahui dengan pasti mengenai lokasi sekolah tempat kejadian siswa yang ngamuk hingga ancam guru pakai sajam usai smartphone disita ini.
Berita Terkait
-
Lampu Hijau Peluncuran! Sertifikasi Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Terbit
-
4 Rekomendasi HP dengan RAM Besar dan Harga Terjangkau: Performa Lancar Cuma Rp1 Jutaan
-
Bercak Merah di Layar Galaxy S26 Ultra Ramai Dikeluhkan, Benarkah Burn-In?
-
Xiaomi 18 Series Bakal Debut Lebih Cepat, Ini Bocoran Model dan Jadwal Peluncurannya
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan