Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur masih akan mengalami hari tanpa hujan hingga November mendatang.
Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari usai berbicara di Forum Medan Merdeka Barat (FMB) 9 Kominfo di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (2/10/2019), mengatakan untuk enam bulan ke depan atau jangka panjang, intensitas hujan di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) masih akan rendah.
Wilayah di pulau-pulau tersebut, menurut dia, telah mengalami 60 hari tanpa hujan. Bahkan di NTT sudah ada yang mengalami 198 hari tanpa hujan.
Sedangkan dalam lima hari ke depan, prakiraan BMKG wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Lampung juga masih mengalami hari tanpa hujan atau intensitas hujan masih rendah. Hal sama masih terjadi di Kalimantan Selatan.
Meski intensitas curah hujan di wilayah tersebut masih rendah bahkan di bawah 10 milimeter (mm) per hari, namun demikian, untuk sejumlah daerah seperti Aceh dan Sumatera Utara intensitas curah hujan mulai meningkat.
Kondisi tersebut diikuti oleh wilayah Kalimantan kecuali Kalimantan Selatan. Intensitas curah hujan sedang hingga lebat juga meningkat di wilayah Papua.
Ia mengatakan intensitas curah hujan di atas 50 mm per hari akan terjadi merata setelah pertengahan November. Kondisi tersebut akan membuat lahan gambut menjadi benar-benar basah dan tidak mudah terbakar.
Prakiraan BMKG intensitas curah hujan mulai akan tinggi pada Desember, dapat mencapai 200-300 mm per hari. Sementara itu, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari, meski untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara bulan-bulan tersebut sudah memasuki masa musim kering, demikian Indra Gustari.
Baca Juga: BMKG: Kemarau Diperkirakan Berakhir Pertengahan November
Berita Terkait
-
Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar
-
Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir
-
Kemarau Bongkar Jejak Permukiman yang Tenggelam di Bendungan Karian
-
Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau
-
Hadapi Kemarau Panjang, Warga Jakarta Diminta Jangan Asal Buang Puntung Rokok
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Permintaan Meledak, China Borong 8 Kontainer Kopi Premium Indonesia
-
Modus Solar Subsidi Disedot dari SPBU, BPH Migas Sita 8.000 Liter
-
PNM Hadirkan Dampak Berantai Bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir di Hari Mangrove Sedunia
-
Tragedi Subuh di Pasuruan: Truk Muatan Kertas Raksasa Tewaskan 4 Orang
-
Tayang September, Film Tazza: The Song of Beelzebub Jadi Penutup Seri Tazza
-
Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf
-
Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Sita Uang Rp 4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu
-
Belajar Jadi Anak Besar dengan Cara yang Lucu dalam Buku Loops
-
CEK FAKTA: Pemotor Pakai Sandal Jepit akan Ditilang dan Denda Rp250 Ribu, Benarkah?
-
Bukan Sekadar Buku Anak, 'Dad' Menggambarkan Sisi Kompleks Seorang Ayah