Suara.com - Bersamaan dengan Reno Ace, juga dikenalkan ponsel baru Oppo K5. Ponsel pintar ini dilengkapi banyak fitur menarik dan spesifikasi yang tak bisa disepelekan.
Ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 730G, performa Oppo K5 tak perlu diragukan lagi. CPU Octa-core dengan dukungan GPU Adreno 618.
Snapdragon 730G ini dipadukan dengan RAM 8 GB LPDDR4x dan memori internal 256 GB UFS 2.1. Kombinasi yang bertenaga untuk ponsel baru di kelasnya.
Oppo K5 mengandalkan layar AMOLED 6,4 inci beresolusi 1080x2340 piksel alias fullHD+. Layar ini dilengkapi under display fingerprint sensor.
Soal baterai, Oppo sangat memberikan teknologi fast charging terbarunya. Oppo K5 memakai fast charging VOOC 4.0 yang kencang banget.
Baca Juga : Lebih Murah, Kamera Redmi K20 Pro Saingi Google Pixel 3 dan iPhone XR
Baterai 4.000 mAh di Oppo K5 bisa terisi penuh dalam waktu 73 menit saja dengan fast charging VOOC 4.0 di ponsel baru ini.
Oppo K5 juga telah menjalankan sistem operasi Android 9 Pie dengan antarmuka ColorOS 6.1 yang dilengkapi dengan fitur HyperBoost 2.0.
Kamera juga jadi andalan Oppo K5 ini, dengan mengandalkan sensor Samsung GW1 64 MP terpasang dalam konfigurasi quad kamera.
Baca Juga: OPPO Reno2 F Exclusive Online Pre-Order di Shopee
Empat kamera belakang ponsel baru ini terdiri dari 64 MP f/1.8 + 8 MP f/2.2 ultrawide +2 MP f/2.4 macro + 2 MP f/2.4 depth sensor.
Baca Juga : OnePlus 7T Pro dan 7T Resmi Dirilis, Ini Harganya
Kamera Oppo K5 ini mendapatkan dukungan LED flash, anti-shake, EIS, smart HDR, portrait mode, dan mampu merekam video 4K 30 fps.
Untuk kamera selfie, ponsel baru ini mengandalkan 32 MP f/2.0 yang didukung AI Beauty, HDR, portrait mode, face recognition dan video 1080p 30 fps.
Oppo K5 juga telah dilengkapi dengan dual 4G VoLTE, WiFi 802.11ac, Bluetooth 5.0, GPS, NFC, usb type-C, dan port audio 3,5 mm.
Baca Juga : Memasuki Tahun Kedua, Realme Incar Posisi Xiaomi di Indonesia
Saat ini ponsel baru Oppo K5 ini baru dikenalkan di China lebih dahulu. Lalu bagaimana dengan harganya di saat peluncuran?
Oppo K5 RAM 6 GB + 128 GB: 1.899 yuan atau Rp 3,8 jutaan
Oppo K5 RAM 8 GB + 128 GB: 2.099 yuan atau Rp 4,2 jutaan
Oppo K5 RAM 8 GB + 256 GB: 2.499 yuan atau Rp 5 jutaan
Untuk saat ini, Oppo K5 masih dikenalkan untuk pasar China. Namun tidak menutup kemungkinan ponsel baru ini masuk ke Tanah Air. (HiTekno.com).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
8 Rekomendasi Laptp Murah RAM Besar di Bawah Rp 10 Juta, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik Mulai Berlaku, XLSMART Ungkap Nasib Pelanggan Lama
-
XLSMART dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Siapkan 1 Juta Talenta Digital dan 1.000 Peluang Kerja
-
Sony Berhenti Produksi Game Fisik PlayStation mulai 2028, Hanya Digital Saja!
-
3 Pilihan HP Samsung 3 Kamera Belakang Termurah, Hasil Foto Tajam dan Performa Kencang
-
Indosat dan Arsari Bangun Tulang Punggung Internet Indonesia, Kelola Fiber 86.000 Km
-
Lenovo Rilis Edisi Khusus FIFA World Cup 2026 untuk Yoga, Legion, dan Legion Tab Terbatas!
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D