Suara.com - Perusahaan ruang angkasa swasta Inggris, Spacebit, berencana mengirim robot berbentuk laba-laba ke Bulan. Misi uji pertama untuk robot penjelajah Bulan itu dijadwalkan pada 2021 mendatang.
Robot Spacebit itu akan diluncurkan di atas pesawat Peregrine, pendarat yang dibuat perusahaan Amerika Serikat bernama Astrobotic. Peregrine akan sampai ke Bulan berkat roket United Launch Alliance Vulcan yang akan diluncurkan dari Cape Canaveral.
Pavlo Tanasyuk selaku CEO Spacebit melakukan persentasi mengenai misi tersebut, di hadapan para delegasi di Kongres Astronautika Internasional pada 24 Oktober lalu. Ini adalah berita besar bagi perusahaan startup yang bergabung dengan misi ke Bulan.
Robot laba-laba ini memungkinkannya untuk menggali celah-celah yang tidak dapat diakses oleh penjelajah ruang angkasa tradisional. Dibangun di atas kerangka unit tunggal cubesat berukuran kecil, robot laba-laba ini hanya memiliki berat sekitar 1,5 kilogram.
"Robot kami tidak memiliki roda, tapi memiliki empat kaki yang merupakan desain yang sangat rapi," ucap Tanasyuk, sebagaimana dilansir laman Space.com.
Karena berukuran kecil maka konsumsi dayanya akan lebih sedikit, yang sepenuhnya dilengkapi dengan panel surya dan baterai built-in.
Robot itu sendiri menelan biaya sekitar 3 juta dolar AS dan diharapkan dibangun dalam 6 hingga 12 bulan.
Nantinya, setelah sampai di permukaan Bulan, robot laba-laba Spacebit akan memulai misinya selama 10 hari untuk mengenali medan Bulan menggunakan kamera video full HD bawaan.
Robot itu juga akan dilengkapi mata laser untuk mengambil data kedalaman, sistem LIDAR 3D untuk memetakan medan di sekitarnya secara detail dan mengirimnya kembali ke Bumi.
Baca Juga: Arkeolog: Orang Papua Adalah Anak Sulung Indonesia
Selain itu, Spacebit juga mengatakan bahwa robot laba-laba tersebut bisa melompat. Sayangnya, perusahaan belum memberikan detail seberapa tinggi robot itu bisa melompat dalam tekanan gravitasi Bula
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation