Suara.com - Sebuah bank sperma dengan HIV positif pertama di dunia telah dibuka secara resmi dan berlokasi di Selandia Baru.
Proyek yang disebut Sperm Positive ini, telah menerima donor dari lelaki yang hidup dengan HIV tetapi memiliki viral load yang tidak terdeteksi.
Dengan kata lain, lelaki tersebut telah menerima pengobatan antiretroviral dan tingkat HIV dalam darahnya sangat rendah, sehingga tidak dapat dideteksi melalui tes darah. Meskipun secara teknis ia masih HIV postif, tetapi lelaki itu tidak dapat menularkan virus ke pasangan secara seksual.
"Bank sperma HIV positif sangat aman," ucap Dr. Mark Thomas, seorang dokter penyakit menular di Universitas Auckland, seperti yang dilansir laman IFL Science.
Menariknya, bank sperma ini tetap melakukan pendonoran dan mencari penerima serta donor yang sesuai. Namun, penerima donor sperma akan diberitahu bahwa sperma tersebut memiliki HIV positif tapi dengan viral load yang tidak terdeteksi berkat pengobatan yang sedang berlangsung.
"Saya ingin orang-orang tahu bahwa hidup tidak akan berhenti setelah didiagnosis HIV dan aman untuk memiliki anak jika Anda sedang menjalani pengobatan," ucap Damien Rule-Neal, salah satu dari tiga donor pertama.
Bank sperma dengan HIV positif ini diresmikan tepat sebelum Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember oleh New Zealand Aids Foundation, Positive Women Inc, dan Body Positive, dengan harapan menghapus stigma buruk mengenai penderita HIV positif. Mereka juga berharap memberi peluang orang yang hidup dengan HIV dan kualitas hidup yang sama dengan orang lain yang tidak terinfeksi.
"Saya tahu banyak lelaki yang hidup dengan HIV akan menjadi ayah yang hebat. Saya pikir bank sperma dengan HIV positif adalah ide yang bagus karena memberi semua orang, termasuk penderita HIV positif, kegembiraan untuk menjadi orang tua," tambah Dr. Thomas.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 37,9 juta orang telah hidup dengan HIV pada akhir 2018 dan lebih dari dua pertiganya tinggal di Afrika.
Baca Juga: Bawa Pengisian Cepat 40W, Huawei Rilis Nova 6 5G
Meski tidak ada obat untuk infeksi HIV, tapi lewat proyek ini dengan obat antiretroviral yang efektif, dapat mengendalikan virus dan membantu mencegah penularan kepada orang lain. Selain itu, juga memungkinkan banyak orang yang hidup dengan HIV untuk hidup lebih lama dan bahagia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga
-
Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala
-
Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya
-
Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster
-
Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal
-
Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia
-
Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar