Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan musim kemarau 2020 akan berlangsung normal serta belum terdapat indikasi adanya gangguan yang menyebabkan kondisi lebih ekstrem.
"Normal artinya dalam rata-rata 30 tahun (1981-2010) kondisinya sama atau tidak terjadi keadaan lebih ekstrem," kata Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Nasrullah usai membuka kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) di Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa (3/3/2020).
Ia menjelaskan Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada Juli-Agustus 2020, untuk itu perlu diantisipasi kemunculan hotspot (titik panas) yang merupakan indikasi awal informasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Saat ini, ujarnya rata-rata wilayah di Indonesia mengalami musim hujan namun ada sebagian daerah yang sudah memasuki kemarau awal seperti wilayah Riau dan Sumatera Utara sehingga terdeteksi munculnya hotspot.
Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang Wan Dayantolis mengatakan Selasa (3/3) pagi terpantau 20 titik panas di wilayah Riau dan Sumatera Selatan.
Kondisi itu turut mempengaruhi kualitas udara yang terukur di Bukit Kototabang yang menunjukkan peningkatan konsentrasi partikulat (PM10) meski masih di level normal atau di bawah 50 µgram/m3.
PM10 merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron dan salah satu dari lima parameter kualitas udara.
"Arah angin Februari-Maret ini dari Utara, Barat Laut mengarah ke Sumbar. Jadi yang pertama terdampak adalah udara wilayah Sumbar di Bukittinggi, Kabupaten Limapuluh Kota dan Payakumbuh," katanya.
Sementara saat Juli-Agustus arah angin berhembus dari arah sebaliknya sehingga jika muncul hotspot di provinsi tetangga, maka yang pertama kali terdampak adalah udara di wilayah Kabupaten Dharmasraya dan sekitarnya.
Baca Juga: BMKG: Pencegahan Banjir Seharusnya di Musim Kemarau, Bukan Saat Hujan
Ia menerangkan saat ini di Sumbar belum terpantau hotspot. BMKG memprediksi akan turun hujan sampai 5 Maret 2020 sehingga diharapkan dapat memadamkan hotspot di wilayah terdeteksi.
"Jika sampai besok masih tidak hujan, kami segera sebarkan informasi untuk kesiapan adanya penurunan kualitas udara," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
-
4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan
-
Sukses Usai Debut, Capcom Siap Kembangkan IP Pragmata Lebih Lanjut
-
5 Aplikasi Tanda Tangan Digital 2026: Privy, DocuSign hingga Adobe Sign, Mana Legal di Indonesia?
-
5 HP RAM 12 GB Paling Murah, Performa Top untuk Pemakaian Lama
-
5 Tablet Stylus Pen Rp2 Jutaan, RAM Lega Cocok untuk Produktivitas
-
Luncurkan Fitur dengan Verifikasi Usia Lebih Ketat, Saham Roblox Langsung Anjlok
-
Pesaing Honor, HP Baru Redmi Bawa Layar 7 Inci dan Baterai 10.000 mAh
-
Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi
-
3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo