News / Nasional
Rabu, 06 Mei 2026 | 13:19 WIB
Pengendara sepeda motor menggunakan mantel saat hujan deras. [Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko]
Baca 10 detik
  • BMKG menyatakan hujan di Jakarta pada Mei 2026 merupakan variasi cuaca lazim akibat pengaruh dinamika atmosfer regional.
  • Perbedaan waktu masuk musim kemarau di wilayah Jakarta terjadi secara bertahap sejak Mei hingga akhir bulan.
  • Seluruh wilayah Indonesia tidak mengalami musim hujan maupun kemarau secara serentak karena perbedaan periode waktu tahunan.

Suara.com - Hujan yang masih mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan sekitarnya, di saat sebagian daerah lain mulai memasuki musim kemarau, memunculkan pertanyaan publik.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan kondisi tersebut bukanlah kejanggalan.

“BMKG menyampaikan masuknya musim kemarau secara bertahap di Indonesia, dengan periode masuknya yang berbeda-beda setiap wilayah,” ujar Ardhasena kepada Suara.com, Rabu (6/5/2026).

"Tidak pernah musim hujan dan kemarau terjadi secara serentak di Indonesia," lanjutnya.

Ia menjelaskan, hujan yang masih terjadi di wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, dipicu oleh dinamika atmosfer skala regional.

“Hujan yang terjadi belakangan di Jawa bagian barat termasuk Jakarta karena pengaruh gelombang Equatorial Rossby dan MJO yang menyusul belakangan,” jelasnya.

Lebih rinci, Ardhasena menyebut perbedaan waktu masuk kemarau bahkan terjadi dalam satu wilayah yang sama seperti Jakarta.

Ia memaparkan, Jakarta bagian utara saat ini sudah terjadi kemarau.

Sementara Jakarta bagian tengah baru akan masuk musim kemarau pada dasarian II bulan Mei. Kemudian Jakarta bagian selatan baru akan kemarau pada dasarian III bulan Mei.

Baca Juga: Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG

Terkait kondisi tersebut, BMKG memastikan fenomena hujan di tengah masa peralihan ini merupakan variasi yang lazim terjadi setiap tahun.

“Anomali hujan ini sementara, variasi intraseasonal. Ini terjadi setiap tahun, ada variasi dalam musim hujan maupun musim kemarau,” tegas Ardhasena.

Sebelumnya, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memang mulai memasuki musim kemarau 2026 secara bertahap sejak April hingga Juni.

Load More