- BMKG menyatakan Indonesia memasuki fase pancaroba akibat menguatnya monsun Australia yang mendorong peralihan musim hujan menuju kemarau.
- Proses transisi ini menyebabkan cuaca tidak stabil dan ekstrem, seperti panas terik di pagi serta hujan lokal di sore hari.
- Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem mendadak karena kondisi atmosfer yang belum sepenuhnya stabil selama masa peralihan.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap monsun Australia mulai menguat dan mendorong Indonesia masuk fase peralihan menuju kemarau. Tapi di saat yang sama, hujan masih terus terjadi di sejumlah wilayah.
Kondisi ini bikin banyak orang bertanya-tanya, karena cuaca terasa tidak konsisten dari hari ke hari. Pagi bisa panas terik, lalu sore tiba-tiba diguyur hujan deras.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal aneh. BMKG menjelaskan, Indonesia saat ini sedang berada di masa pancaroba, yaitu fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Di fase ini, perubahan cuaca memang cenderung ekstrem dan sulit diprediksi. Itulah kenapa kamu bisa merasakan dua “musim” dalam satu hari.
Kenapa Sudah Kemarau Tapi Masih Hujan?
BMKG menyebut penguatan monsun Australia menjadi salah satu tanda masuknya musim kemarau. Angin dari Australia membawa massa udara yang lebih kering sehingga secara bertahap mengurangi curah hujan.
Namun, proses peralihan ini tidak terjadi secara instan. Atmosfer masih menyimpan kelembapan dari musim hujan sebelumnya, sehingga potensi hujan tetap muncul.
Akibatnya, hujan yang turun di masa ini cenderung bersifat lokal dan tidak merata. Biasanya muncul pada siang hingga sore hari setelah pemanasan permukaan yang cukup tinggi.
Inilah yang membuat cuaca terasa “membingungkan”, padahal sebenarnya sedang berada di fase transisi alami.
Ciri-Ciri Cuaca Pancaroba yang Perlu Kamu Sadari
Ada beberapa tanda yang bisa kamu rasakan langsung tanpa harus melihat prakiraan cuaca. Suhu udara di siang hari terasa lebih panas dibanding sebelumnya.
Baca Juga: 4 Perbedaan Utama El Nino dengan Musim Kemarau, Tak Sekadar Lebih Panas
Di sisi lain, hujan masih sering turun secara tiba-tiba dengan durasi singkat. Bahkan, dalam satu wilayah bisa hujan deras, sementara wilayah lain tetap cerah.
Perubahan arah angin juga mulai terasa, meski tidak selalu disadari secara langsung. Ini menjadi indikator bahwa sistem musim sedang bergeser.
Meski terlihat “biasa”, masa pancaroba justru termasuk periode yang perlu diwaspadai. Hujan yang turun bisa berintensitas sedang hingga lebat dalam waktu singkat.
BMKG juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi di tengah peralihan musim ini. Kondisi atmosfer yang belum stabil membuat pembentukan awan hujan lebih mudah terjadi.
Artinya, kamu tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan atau bepergian jarak jauh.
Kalau belakangan kamu merasa cuaca jadi “tidak jelas”, sebenarnya itu hal yang wajar. Indonesia memang sedang dalam proses berpindah dari musim hujan ke musim kemarau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
Terkini
-
Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku
-
Kabar Duka dari Tanah Suci: Calon Haji Asal Bengkulu Wafat Usai Beribadah di Masjid Nabawi
-
101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana
-
Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta
-
Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
-
Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
-
Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk
-
Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan