Suara.com - Mayoritas manusia di seluruh dunia mungkin mengira bahwa durasi satu hari adalah 24 jam. Tapi di masa lalu, Bumi berputar dengan lebih cepat.
Pada akhir era zaman dinosaurus, Bumi tercatat berputar pada porosnya sebanyak 372 kali dalam satu tahun. Sedangkan saat ini, Bumi berputar sebanyak 360 kali setahunnya.
Jadi dapat disimpulkan, lama waktu dalam satu hari pada masa itu berlangsung selama satu 23,5 jam, atau setengah jam lebih cepat dari sekarang.
Temuan ini sendiri sudah dimuat dan dipublikasikan dalam AGU's journal Paleoceanography and Paleoclimatology. Mulanya, temuan ini terungkap dari sebuah studi baru tentang fosil cangkang moluska dari zaman Cretaceous akhir.
Moluska kuno memiliki pertumbuhan yang lebih cepat. Untuk studi baru ini, ilmuwan menggunakan laser untuk mencari sampel irisan cangkang kecil agar bisa menghitung cincin pertumbuhan dengan lebih akurat, ketimbang menggunakan mikroskop.
Lewat pertumbuhan cincin ini, para peneliti bisa menentukan jumlah hari dalam setahun dan lebih akurat menghitung panjang hari 70 juta tahun yang lalu.
Studi baru ini juga menemukan bukti yang menguatkan bahwa moluska memiliki simbion fotosintesis yang mungkin telah memicu pembentukan karang-karang di zaman sekarang.
"Kami memiliki sekitar empat hingga lima titik data per hari, dan ini adalah sesuatu yang hampir tidak pernah Anda dapatkan dalam sejarah geologi. Kami pada dasarnya dapat melihat jalannya hari pada 70 juta tahun yang lalu. Ini sangat menakjubkan," kata Niels de Winter, seorang ahli geokimia analitik di Vrije Universiteit Brussel sekaligus penulis utama studi ini, seperti dilansir laman Sci-news, Kamis (12/3/2020).
Selain mengungkap durasi waktu dalam satu hari di masa lalu, analisis kimia dari kerang ini juga berhasil menemukan indikasi bahwa temperatur lautan cenderung lebih hangat pada akhir Cretaceous, yaitu mencapai 40 derajat Celsius pada musim panas dan menurun 30 derajat Celsius pada musim dingin.
Baca Juga: Minta Difotokan Contoh, Drama Penjual dan Pembeli Donat Ini Bikin Emosi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kapal Tenggelam di Selayar Angkut 74 Penumpang
-
Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu
-
Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil
-
Minyak Rusia Masuk Cadangan Energi RI, Pemerintah Siapkan Tameng Hadapi Gejolak Pasokan Global
-
Di Balik Layar Kaca: Rahasia Mengapa Kita Merasa Hampa Meski Selalu Terkoneksi
-
9 Hari Mencekam! Kisah Wanita di Bekasi Lolos dari Penyekapan Pacar yang Cemburu Buta
-
Review Secrets of the Broken House: Misteri Pembunuhan yang Penuh Kejutan
-
Tips Memilih Lipstik untuk Bibir Kering, Biar Tetap Nyaman dan Gak Pecah-Pecah
-
DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya
-
Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan