Suara.com - Huawei P40 Series yang akan diluncurkan secara global pada malam, Kamis (26/3/2020) nanti, dipastikan tidak mendapat dukungan Google Mobile Services (GMS) yang memuat banyak layanan populer, mulai dari Play Store, Gmail, Google Maps, dan lain-lain.
Maklum, GMS terpaksa tidak hadir di Huawei P40 Series karena sanksi dagang pemerintah Amerika Serikat untuk Huawei masih belum dicabut hingga saat ini.
Meski begitu, perusahaan asal China ini tidak kehilangan akal untuk mengatasi masalah tersebut. Buktinya, mereka membuat Huawei Mobile Services (HMS) yang membawa toko aplikasi bernama AppGallery. Lantas, apa kegunaan toko aplikasi Huawei ini?
Lo Khing Seng selaku Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group Indonesia belum lama ini mengatakan bahwa pihaknya telah menggandeng beberapa operator seluler agar bisa 'menghidupkan' AppGallery.
“Sekarang ada empat aplikasi penyedia jasa telekomunikasi telah hadir di AppGallery, sehingga pengguna Huawei dapat dengan mudah mengatur paket internet yang diinginkan dan selalu terhubung, dimana pun dan kapan pun,” katanya.
Keempat operator seluler tersebut adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, dan Tri. Melalui kerjasama ini, penyedia jasa operator bisa memberikan promo menarik kepada konsumen yang hendak membeli paket data internet melalui aplikasi mobile masing-masing.
Aplikasi-aplikasi tersebut adalah My Telkomsel (Telkomsel), Bima+ (Tr), My IM3 (Indosat), dan My XL (XL).
Untuk terhubung dengan layanan operator seluler, pengguna Huawei P40 Series tinggal mengakses AppGallery, kemudian cari aplikasi penyedia jasa telekomunikasi, lalu unduh.
Masing-masing dari aplikasi menawarkan berbagai kemudahan bagi para penggunanya, misalnya konsumen dapat dengan mudah memilih paket data internet atau layanan lainnya.
Baca Juga: Dibagikan Ilmuwan, Begini Penampakan Virus Corona COVID-19
Selain itu, AppGallery juga dihuni oleh beberapa aplikasi jasa pengiriman atau logistik, yaitu J&T dan My JNE. Paling penting, AppGallery juga memuat beberapa ecommerce, media sosial dan aplikasi pesan instan populer, seperti Lazada, Shopee, Facebook, WhatsApp, Instagram, hingga Twitter.
Berita Terkait
-
Huawei P40 Pro 5G Tidak Mendukung Layanan Google
-
Duh! Tanpa Dukungan Google, Penjualan Huawei Anjlok 20 Persen
-
Google Larang Gmail, YouTube dan Lainnya di Ponsel Huawei, Kenapa?
-
Huawei P40 Pro Ucapkan Selamat Tinggal pada Leica ?
-
Waspada! Beredar Ponsel Palsu Samsung dan Huawei, Dijual di Toko Online
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?