-
Hingga November 2025, Dinkes DKI Jakarta telah temukan 49.000 kasus TBC.
-
Secara nasional, jumlah kasus TBC di Indonesia diperkirakan mencapai 1 juta orang.
-
Kematian akibat TBC lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian akibat pandemi COVID-19.
Suara.com - Jumlah kasus tuberkulosis atau TBC di Ibu Kota terus menunjukkan peningkatan signifikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat, hingga November 2025, telah ditemukan sekitar 49.000 kasus TBC.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan Jakarta untuk menemukan hingga 70.000 kasus TBC pada tahun ini.
"Target dari Kementerian Kesehatan adalah menemukan lebih dari 70.000 kasus TBC. Sampai saat ini, kita sudah menemukan 49.000 kasus," kata Ani di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, langkah utama dalam pemberantasan TBC adalah menemukan penderita sebanyak-banyaknya agar pengobatan bisa segera dimulai untuk memutus rantai penularan. "Dari 49.000 yang sudah ditemukan, lebih dari 90 persen di antaranya sudah memulai pengobatan," ujarnya.
Kematian Akibat TBC Lampaui Covid-19
Di tingkat nasional, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus, mengungkapkan bahwa total kasus TBC di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1 juta orang. Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan 900.000 pasien bisa mendapat pengobatan tahun ini.
"Sampai hari ini, kami sudah mengobati sekitar 700.000 pasien. Kami harapkan akhir tahun bisa mencapai 900.000," kata Benjamin.
Ia menekankan betapa berbahayanya penyakit ini, bahkan menyoroti bahwa jumlah kematian akibat TBC di Indonesia jauh lebih tinggi daripada COVID-19, meskipun sering kali tidak dianggap sebagai ancaman serius.
"Bayangkan, yang meninggal (akibat TBC) di atas 125.000 orang per tahun. Angka kematian karena TBC lebih banyak daripada COVID-19, tapi sering kali tidak kita anggap," pungkasnya.
Baca Juga: Menko PMK Pratikno Ajak Masyarakat Aktif Perangi TBC: Cegah Indonesia Jadi Peringkat Satu Dunia!
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli